MRT Jakarta Siapkan 'Ultimate Development' Blok M dengan Apartemen, Hotel, dan Komersial
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT MRT Jakarta (Perseroda) menyiapkan pengembangan besar kawasan Blok M menjadi kawasan mixed-use. Proyek yang disebut sebagai Ultimate Development Blok M tersebut akan mengintegrasikan fungsi transportasi dengan hunian vertikal, hotel hingga area komersial.
Adapun rencana tersebut menjadi salah satu proyek transit-oriented development (TOD) yang dipaparkan MRT Jakarta kepada calon investor dalam TOD Investment Forum 2026 di Singapura, pada Kamis (24/9/2026).
Division Head Property Management MRT Jakarta, M Iqbal Bimo Arifianto menyatakan Ultimate Development Blok M saat ini masih dalam proses penjajakan kerja sama untuk menarik investor dalam negeri maupun luar negeri.
"Revitalisasi besar yang kelihatannya ada mungkin akan ada tower, nah itu kita akan melakukan pencarian mitra kerja sama, mungkin ada investor," kata Iqbal dalam sesi MRTJ Fellowship Program 2026 di JB Tower, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Menurut Iqbal, pengembangan besar tersebut merupakan kelanjutan revitalisasi Blok M yang telah dilakukan MRT Jakarta. Blok M Mall sebelumnya ditransformasi menjadi Blok M Hub melalui program 100 hari Gubernur DKI Jakarta pada 2025.
Baca Juga
Rencana pengembangan Blok M juga telah dijelaskan sebelumnya oleh TOD Planning Department Head MRT Jakarta, Sagita Devi. Menurutnya, Blok M Hub merupakan pengembangan transisi jangka pendek, sementara tahap berikutnya adalah revitalisasi area Terminal Blok M.
"Kalau Blok M Hub itu sebetulnya pengembangan transisi kita jangka pendek. Pengembangan ke depannya akan revitalisasi area Terminal Blok M-nya itu sendiri, nantinya akan ada pengembangan mixed-use berupa apartemen dan hotel dan fungsi-fungsi komersial lainnya," kata Sagita dalam sesi MRTJ Fellowship Program 2026 di Transport Hub Dukuh Atas, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Ia mengatakan, revitalisasi tersebut diarahkan menjadi percontohan terminal modern yang lebih mengutamakan pejalan kaki. Pengembangan ini juga menjadi bagian strategi MRT Jakarta dalam mengoptimalkan aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk pengembangan kawasan berbasis TOD.
"Di MRT memang tidak punya aset selain stasiun, sehingga salah satu yang kita lakukan dalam pengembangan TOD dari sisi properti itu adalah memanfaatkan dan mengoptimalkan aset-aset Pemprov," ujar Sagita.
Lebih lanjut, MRT Jakarta membawa proyek Ultimate Development Blok M dalam agenda TOD Investment Forum 2026 yang digelar di Singapura pada Kamis (24/9/2026).
Forum tersebut diselenggarakan MRT Jakarta bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, Surbana Jurong Group, dan Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Singapore.
Mengusung tema From Singapore to Jakarta: Capitalizing on Urban Density and Connectivity, forum tersebut mempertemukan investor, pengembang, lembaga keuangan, pemerintah, dan mitra strategis untuk menggali potensi kerja sama proyek TOD MRT Jakarta dan BUMD milik Pemprov Jakarta.
Selain Ultimate Development Blok M, MRT Jakarta memaparkan sejumlah proyek TOD lainnya, yakni Kali Besar Heritage, Blok M Interchange, XGL Mixed-Use, serta Lebak Bulus Interchange Bus Terminal, Park and Ride, and Mixed Use.
Baca Juga
Telan Investasi Rp 25,3 Triliun, Progres MRT Bundaran HI-Kota Capai 63%
Iqbal menyampaikan, skema kerja sama dengan para investor diperlukan dalam pengembangan besar Blok M, demi menjaga ekosistem investasi yang telah dan akan masuk ke dalam kawasan tersebut. "Yang menjadi catatan kembali adalah kita selalu melakukan, pastinya gitu ya, untuk mengelola kan kita juga tidak mau negatif gitu. Jadi P&L-nya sebuah kawasan itu kita selalu lakukan," jelas dia.
Pada tahap awal pengembangan besar kawasan Blok M ini, lanjut Iqbal, perseroda tidak semata-mata mengejar pendapatan. Aktivasi dan kolaborasi menjadi bagian dari proses membangun kawasan. "Di tahun awal-awal kita tidak fokus kepada revenue biasanya, tapi bagaimana mimpi MRT Jakarta membuat sebuah kawasan (Ultimate Blok M, red) ini tercipta," ujar dia.
Blok M Hub Tembus 25.000 Pengunjung per Hari
Sebelum masuk ke pengembangan besar, MRT Jakarta telah melakukan revitalisasi dan aktivasi Blok M Hub. Iqbal mengungkapkan, jumlah pengunjung Blok M Hub saat ini telah mencapai lebih dari 25.000 orang per hari. MRT Jakarta juga telah menggelar lebih dari 100 hari aktivasi di kawasan tersebut.
Pengembangan kawasan dilakukan dengan pendekatan "3A 1C," yakni accessibility, amenities, attraction, dan community. Konsep tersebut mencakup konektivitas pedestrian dan transportasi, penyediaan fasilitas serta ruang publik, kegiatan dan aktivasi kawasan, hingga kolaborasi dengan komunitas.
MRT Jakarta juga memberikan porsi besar bagi UMKM dalam ekosistem Blok M Hub. Iqbal menyebut sekitar 90% tenant di kawasan tersebut merupakan UMKM lokal. "Ternyata hampir semuanya UMKM, 90%," ucap dia.
Baca Juga
Dikatakan Iqbal, komposisi tenant tersebut disesuaikan dengan karakter pengunjung Blok M berdasarkan data dan survei pengguna MRT Jakarta. Rencana Ultimate Development nantinya menjadi tahap lanjutan dari proses tersebut.
MRT Jakarta menargetkan, pengembangan kawasan tidak berhenti pada pengelolaan Blok M Hub, tetapi berkembang menjadi pengelolaan kawasan secara lebih luas. "Yang kami bangun bukan hanya aset MRT, yang ingin kita bangun adalah sebuah kawasan," tandas Iqbal.
Terakhir, Iqbal mengklaim peluncuran proyek Ultimate Development Blok M ini akan dilakukan dalam waktu dekat pasca groundbreaking Pedestrian Deck Dukuh Atas yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. "Ultimate Development Blok M ini masih dalam progres, mungkin yang paling dekat juga launching-nya setelah dari Pedestrian Deck (Dukuh Atas) tadi," kata dia.
