MRT Jakarta Gandeng Intiland (DILD), Blok M Bakal Punya Kawasan 10 Kali Lebih Luas
JAKARTA, investortrust.id – PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama PT Intiland Development Tbk (DILD) menyiapkan transformasi besar kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Dalam konsep desain fase ultimate, luas kawasan Blok M ditargetkan menjadi 10 kali lebih besar dibandingkan kondisi saat ini.
Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan, transformasi tersebut merupakan bagian dari mandat perseroan dalam membangun bisnis dan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) melalui pengelolaan Blok M Hub.
“Konsep desain fase ultimate untuk menjawab tantangan tadi, Pak, kami merencanakan ada lima transformasi utama,” kata Tuhiyat dalam acara Peluncuran Konsep Desain Transformasi Blok M Fase Ultimate di Blok M Hub, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).
Baca Juga
Proyek MRT Fase 2A, Ini Rekayasa Lalin Mangga Besar hingga 2027
Lima transformasi utama tersebut mencakup revitalisasi terminal, pengembangan kawasan mixed-use, peningkatan aksesibilitas dan integrasi, pengembangan destinasi komersial baru, serta perluasan ruang terbuka publik.
Pertama, Terminal Blok M akan direvitalisasi menjadi terminal yang modern dan terintegrasi. Kedua, kawasan akan dikembangkan menjadi area mixed-use yang disebut sebagai kawasan Blok M ASEAN, dengan konsep mudah diakses, inklusif, dan dinamis.
Ketiga, aksesibilitas dan integrasi kawasan akan ditingkatkan, baik antarmoda maupun antar fungsi bagi pejalan kaki. Keempat, MRT Jakarta menyiapkan destinasi komersial baru yang mencakup ritel, makanan dan minuman, lifestyle, serta ruang publik dalam satu kawasan.
Kelima, ruang terbuka publik akan diperluas menjadi lebih hijau, aktif, dan nyaman untuk berinteraksi serta beraktivitas. “Ruang terbuka publik setelah nanti dibangun akan menjadi lima kali lebih besar dari yang ada. Dari sisi kawasannya, secara total akan menjadi 10 kali lebih besar dari yang ada,” ujar Tuhiyat.
Revitalisasi Blok M Bertahap
Tuhiyat menjelaskan, revitalisasi Blok M akan dilakukan secara bertahap. Terminal, kawasan ritel, dan podium ditargetkan selesai dan beroperasi pada 2029. Sementara itu, pengembangan kawasan mixed-use akan diselesaikan secara bertahap pada tahun berikutnya.
Menurut Tuhiyat, bangunan Blok M saat ini telah berusia 34 tahun. Karena itu, MRT Jakarta ingin memastikan keselamatan dan keamanan struktur bangunan tersebut. Di sisi lain, Blok M Hub saat ini memiliki 334 tenant aktif dan melayani lebih dari 25.000 pengunjung setiap hari.
Baca Juga
MRT Jakarta Siapkan 'Ultimate Development' Blok M dengan Apartemen, Hotel, dan Komersial
Tuhiyat mengatakan pengembangan kawasan dilakukan melalui kerja sama pemanfaatan aset bersama Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) di Blok M Hub. MRT Jakarta membutuhkan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan transformasi kawasan tersebut.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan transformasi Blok M harus tetap mempertahankan identitas kawasan tersebut. Blok M selama ini menjadi salah satu kawasan yang banyak dikunjungi anak muda Jakarta dan memiliki aktivitas kuliner yang ramai.
“Dalam pembangunan yang akan dilakukan—membuat sesuatu yang menjadi lebih baik, lebih baru, lebih modern, lebih tertata, lebih rapi—yang tidak boleh hilang adalah wajah Blok M-nya, semangatnya enggak boleh berubah,” kata Pramono.
Baca Juga
Pramono juga menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk berkolaborasi dengan pihak swasta dalam pengembangan kawasan Blok M. “Saya mendengar bahwa ada kesepakatan antara MRT dengan Intiland. Mudah-mudahan segera diwujudkan,” tutur dia.
Menurut Pramono, transformasi Blok M akan menjadi bagian dari pembenahan Jakarta sebagai kota global. Sejumlah proyek transportasi dan ruang publik juga ditargetkan selesai pada 2029, termasuk MRT Jakarta Bundaran HI-Kota, LRT Kelapa Gading-Dukuh Atas, Pedestrian Deck Dukuh Atas, Extended Concourse Bundaran HI, serta penataan Taman Semanggi.
