HUT Kadin ke-58 Berbeda, Didahului Rapimprov Serentak untuk Serap Aspirasi Daerah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ada yang berbeda dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tahun ini. Sebelum menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pada 28-30 Oktober 2026, Kadin terlebih dahulu menggelar Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) secara serentak mulai Kamis (24/9/2026).
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan, Rapimprov serentak digelar untuk menyerap masukan, aspirasi, dan inspirasi dari daerah sebelum dibawa ke Rapimnas.
“Kami merasa bahwa masukan yang baik adalah masukan yang bermulai dari lapangan. Dan lapangan ini tentu ada di daerah. Tentu juga kami tidak melupakan pimpinan-pimpinan asosiasi dan himpunan di bawah naungan Kadin, mengingat peran mereka dalam Rapimnas besar sekali,” ujar Anin dalam Tasyakuran HUT Kadin ke-58 sekaligus Pembukaan Rapimprov Serentak 2026 di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Dia menyebut, langkah tersebut berkaitan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam diskusi pada Agustus lalu mengenai pentingnya membangun Indonesia Incorporated. Konsep tersebut, kata Anin, menekankan gotong royong antara dunia usaha di pusat dan daerah dengan pemerintah serta akademisi, termasuk melibatkan pelaku usaha di daerah dan UMKM.
Oleh karena itu, Kadin mengangkat tema ‘Ekonomi Kerakyatan untuk Indonesia Mendunia: UMKM Naik Kelas, Ekonomi Berkualitas’ dalam rangkaian HUT ke-58 tahun ini.
Menurut dia, tema tersebut menjadi bagian dari semangat gotong royong menghadapi new normal economy, searah amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
Pada rangkaian dimaksud, Anin meminta Kadin provinsi bersama asosiasi dan himpunan menjaring masukan pelaku usaha di daerah mengenai sejumlah persoalan strategis.
Baca Juga
Dia menyebut, terdapat tujuh poin yang perlu menjadi perhatian dan masukan dari daerah. Persoalan yang ingin dirangkum, meliputi kepastian pasokan dan harga energi; hilirisasi dan kepastian bahan baku; pembiayaan dan restrukturisasi; ketahanan pangan; pelindungan pasar domestik dan diversifikasi pasar ekspor; sumber daya manusia, vokasi, serta pelindungan pekerja migran Indonesia; serta kepastian regulasi digital.
Selain tujuh agenda tersebut, penguatan kelembagaan Kadin di daerah juga menjadi perhatian dalam rangkaian pembahasan. Anindya berharap, Rapimprov yang menjadi bagian dari rangkaian HUT Kadin ke-58 dapat menghasilkan masukan yang berbobot bagi pemerintah.
58 Tahun Perjalanan Kadin
Dalam kesempatan yang sama, Anin turut mengingatkan sejarah pembentukan Kadin yang dimulai pada 23-24 September 1968 di Jakarta, sebelum kemudian dikembangkan ke delapan provinsi.
“Hari ini, Alhamdulillah, kita sudah 38 provinsi,” imbuhnya.
Dalam perjalanan sejarah tersebut, terdapat tiga tonggak penting yang memperkuat posisi Kadin sebagai wadah dunia usaha Indonesia. Pertama, Keputusan Presiden Nomor 49 Tahun 1973 yang meletakkan Kadin sebagai wadah dunia usaha Indonesia.
Kedua, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 yang mengukuhkan Kadin sebagai satu-satunya induk organisasi dunia usaha, yang mencakup badan usaha negara termasuk BUMN dan BUMD, koperasi, swasta, hingga UMKM.
Ketiga, pengesahan anggaran dasar hasil Musyawarah Nasional Khusus (Munasus) di Banten melalui Keputusan Presiden Nomor 15 Tahun 2022.
“Jadi itu adalah tonggak bersejarah tahun 1973, tahun 1987, dan tahun 2022,” tandas Anin.
Dia menambahkan, selama 58 tahun perjalanan Kadin, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 telah menjadi salah satu landasan organisasi dalam menghadapi berbagai dinamika ekonomi. Mulai dari krisis moneter 1998, krisis keuangan global 2008, pandemi pada 2020, hingga tekanan geopolitik dan geoekonomi yang dihadapi saat ini.
Menurut dia, kondisi saat ini juga ditandai dengan kenaikan harga energi, perang dagang, hingga konflik bersenjata di sejumlah wilayah dunia.
“Jadi memang saya mesti katakan bahwa Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 itu memang cukup ampuh pada zamannya,”ujarnya.
Selain pembukaan Rapimprov serentak, rangkaian tasyakuran HUT Kadin ke-58 juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim, yang dilanjutkan dengan doa bersama anak yatim dan pemotongan tumpeng.
Menutup sambutannya, Anindya menyampaikan harapan agar perjalanan Kadin ke depan dapat terus mendukung agenda pembangunan ekonomi nasional, melalui semangat Indonesia Incorporated.
“Sekali lagi, selamat ulang tahun Kadin ke-58. Ingat bahwa tujuan kita bagaimana Indonesia Incorporated bisa sukses, pertumbuhan ekonomi mencapai 8% dan kemiskinan ekstrem bisa turun menjadi 0%,” pungkasnya.
