Pasokan Gas Terbatas, Pemerintah Bahas Solusi HGBT untuk Industri
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa pemerintah tengah membahas solusi terkait skema Harga Gas Bumi Tertentu untuk sektor industri. Pembahasan strategis tersebut dilakukan bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia di bawah koordinasi Tim Tim Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Langkah ini diambil untuk memastikan keberlanjutan sektor manufaktur di tengah tantangan pemenuhan pasokan gas nasional.
Pemerintah terus mempertimbangkan kondisi neraca gas negara dalam mencari jalan keluar terbaik bagi para pelaku usaha. Meski begitu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menjelaskan bahwa pihaknya memiliki opsi penyelesaian yang tidak sepenuhnya bergantung pada neraca tersebut. Kendati belum membeberkan rincian solusi secara mendalam, ia menegaskan opsi tersebut masih dimatangkan di tingkat kementerian koordinator.
"Gas industri kan kita terus bicara dengan Menteri ESDM gitu ya, Pak Arifin. Sekali lagi kalau kita kan juga harus lihat neraca mereka," kata Agus kepada wartawan di Jakarta pada Rabu, 23 September 2026. Ia menambahkan, "Ya, tapi kan kita punya solusi yang sebenarnya tidak tergantung dengan neraca yang dimiliki oleh negara. Tapi itu kan sedang dibahas dalam tim Menko."
Baca Juga
Kemenperin Desak Cabut AGIT, Sebut RPP Gas Bumi Bisa Akhiri Krisis HGBT dan Cegah PHK
Persoalan pasokan gas berbasis HGBT kini menjadi perhatian serius, terutama di kawasan Jawa bagian barat yang mulai mengalami pembatasan aliran gas. PT Perusahaan Gas Negara Tbk dilaporkan membatasi penyaluran gas sejak 14 September 2026 menjadi sekitar 78 persen dari volume kontrak minimum dalam Perjanjian Jual Beli Gas. Pembatasan ini berdampak langsung pada penurunan kapasitas operasional di sejumlah sektor industri pendukung perekonomian nasional.
Industri keramik menjadi salah satu sektor yang paling terdampak oleh kebijakan efisiensi penyaluran pasokan gas bumi tersebut. Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia membeberkan bahwa sejumlah produsen terpaksa memangkas kapasitas produksi mereka hingga mencapai rentang 40 sampai 50 persen. Penurunan performa ini dinilai sangat mengkhawatirkan mengingat energi gas merupakan komoditas vital dalam proses pemuatan keramik.
Ketua Umum Asaki Edy Suyanto menekankan betapa krusialnya keberadaan gas bumi dalam menopang seluruh lini manufaktur keramik, khususnya untuk mengoperasikan unit spray dryer dan tungku pembakaran. "Bagi industri keramik, gas itu adalah urat nadi. Mati hidup atau keberlangsungan industri keramik sangat tergantung pada ketersediaan dan kelancaran suplai gas," tegas Edy dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 21 September 2026.
