Toyota Catat Penjualan 175 Ribu Unit, Perkuat Ekspansi Hybrid EV di Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah dinamika pasar otomotif yang semakin kompetitif dengan hadirnya berbagai pilihan teknologi dan brand baru, PT Toyota-Astra Motor (TAM) terus memperkuat posisinya melalui produk, layanan, dan ekosistem kepemilikan yang menjawab kebutuhan pelanggan.
Toyota mencatat pada periode Januari–Agustus 2026, penjualan atau wholesales lebih dari 175 ribu unit atau tumbuh 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebtu mempertahankan posisi TAM sebagai market leader.
Dengan menerapkan Multi-Pathway Strategy dalam mendukung transisi energi Indonesia menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060, Toyota meyakini bahwa setiap teknologi elektrifikasi memiliki perannya masing-masing, sehingga diperlukan beragam pilihan mobilitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui semangat “Hybrid EV untuk Semua”, Toyota terus memperluas pilihan kendaraan Hybrid EV ke berbagai segmen agar manfaat elektrifikasi dapat dirasakan oleh lebih banyak pelanggan. Setelah kehadiran Kijang Innova Zenix Hybrid EV pada 2022, Toyota memperluas pilihan Hybrid EV melalui New Veloz Hybrid EV yang mulai dipasarkan pada Februari 2026.
“Bersama Kijang Innova Zenix Hybrid EV, Yaris Cross Hybrid EV, dan Veloz Hybrid EV, Toyota terus memperkuat kemampuan produksi kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Elektrifikasi bukan hanya tentang menghadirkan produk, tetapi juga membangun kapabilitas industri agar Indonesia mampu menghasilkan kendaraan elektrifikasi berstandar global," ucap Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Bansar Maduma dalam acara Astra Media Day, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Baca Juga
Pelajari Inovasi Toyota di Nagoya, Kemenko Perekonomian Dorong Penguatan Manufaktur dan Ekosistem EV
Selain itu, Toyota menegaskan perannya sebagai salah satu penggerak utama industri otomotif nasional. Toyota memperkuat leadership industri otomotif Indonesia melalui investasi lebih dari Rp100 triliun, penguatan produksi lokal, serta pengembangan ekosistem mobilitas yang telah melibatkan lebih dari 360 ribu tenaga kerja Indonesia.
“Sampai hari ini, Toyota telah berinvestasi lebih dari Rp100 triliun di Indonesia. Sekitar 90% kendaraan Toyota yang dipasarkan diproduksi di dalam negeri dengan kandungan lokal sekitar 70–80%. Produk Toyota dari Indonesia telah diekspor ke lebih dari 100 negara, dimana lebih dari 360 ribu tenaga kerja lokal terlibat dalam ekosistem ini," terang Bansar.
Ekosistem industri otomotif yang dibangun Toyota memberikan dampak yang lebih luas, mulai dari supplier, logistik, dealer, bengkel, hingga berbagai partner pendukung lainnya. Rantai nilai ini turut menciptakan peluang usaha, lapangan kerja, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
Tidak hanya melalui produk, Toyota terus memperkuat pengalaman kepemilikan kendaraan secara menyeluruh melalui layanan sales dan aftersales di setiap touchpoint. Didukung jaringan dealership serta value chain Group Astra, Toyota menghadirkan kemudahan, accessibility.
“Upaya ini menjadi bagian dari semangat Toyota Ada untuk Indonesia, sekaligus sejalan dengan komitmen Astra untuk membantu membuka potensi terbaik masyarakat Indonesia,” tutup Bansar Maduma.
