Manfaatkan FTA, Ekspor Toyota Indonesia Capai 223.696 Unit hingga September 2026
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) terus memperluas pasar ekspor kendaraan produksi Indonesia. Hingga kini, lebih dari 3 juta unit kendaraan Toyota buatan Indonesia telah diekspor ke berbagai negara, didukung oleh Pemerintah Indonesia dan berbagai pihak dalam pengembangan industri otomotif nasional.
Dalam memperluas pasar ekspor, TMMIN memanfaatkan berbagai perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement atau FTA) antara Indonesia dan negara mitra dagang. Beberapa di antaranya adalah Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), termasuk skema User Specific Duty Free Scheme (USDFS), ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA), serta Indonesia–United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA).
Pemanfaatan fasilitas perdagangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku mendukung kelancaran ekspor produk otomotif buatan Indonesia ke Jepang, negara-negara ASEAN, dan Uni Emirat Arab.
Atas kontribusinya dalam kegiatan ekspor, TMMIN meraih Primaniyarta Awards 2026 kategori Eksportir Pemanfaat FTA. Penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso pada Rabu (14/10/2026), dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41.
Di balik pencapaian ekspor tersebut, terdapat dukungan ekosistem industri otomotif nasional yang menjadi bagian penting dari kegiatan manufaktur TMMIN. Saat ini, kegiatan produksi TMMIN melibatkan sekitar 360.000 tenaga kerja dan didukung oleh 760 pemasok dari Tier 1 hingga Tier 3. Keterlibatan tenaga kerja dan pemasok dalam rantai pasok ini turut mendukung keberlangsungan produksi serta kemampuan industri otomotif Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pasar global.
“Kami berharap kerja sama perdagangan yang terus dibangun pemerintah dapat semakin membuka akses ke pasar baru, sehingga produk otomotif buatan Indonesia dapat menjangkau lebih banyak negara dan semakin berdaya saing di pasar global,” ujar Presiden Direktur PT TMMIN Nandi Julyanto kepada awak media, di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026).
Baca Juga
Gandeng Toyota-PT KIS, PGN (PGAS) Jadi 'Offtaker' Biomethane 150.000 MMBTU dari Limbah Sawit
Secara kumulatif sejak ekspor perdana pada 1987 hingga September 2026, Toyota Indonesia telah mengekspor sebanyak 3.375.490 unit kendaraan utuh atau Completely Built-Up (CBU) produksi lokal ke lebih dari 100 negara di kawasan Asia, Amerika, Timur Tengah, Afrika, Australia, dan Oseania.
Selain kendaraan utuh, ekspor Toyota Indonesia juga mencakup kendaraan dalam bentuk terurai atau Completely Knocked-Down (CKD), komponen kendaraan, mesin utuh dan komponen mesin, serta dies dan jig untuk mendukung kebutuhan produksi di berbagai negara.
Kinerja ekspor kendaraan utuh bermerek Toyota juga terus berlanjut pada 2026. Hingga kuartal III 2026, ekspor CBU mencapai 223.696 unit, atau berkontribusi sebesar 60.3% terhadap total ekspor CBU nasional yang mencapai 371.260 unit. Capaian ini tumbuh 2.5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus memperkuat kontribusi Toyota Indonesia terhadap kinerja ekspor kendaraan utuh nasional.
Di sisi kendaraan, ekspor model elektrifikasi produksi Indonesia juga terus berlanjut melalui Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV. Hingga kuartal ketiga 2026, ekspor kedua model tersebut mencapai 25.752 unit, tumbuh 64% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya Adnyana, transformasi menuju elektrifikasi merupakan bagian dari perubahan besar dalam industri otomotif global. Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi peluang untuk terus meningkatkan kapabilitas manufaktur dan rantai pasok, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi kendaraan elektrifikasi, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam produksi dan ekspor kendaraan dengan teknologi tersebut.
"Kami terus berupaya meningkatkan ekspor produk elektrifikasi, bukan hanya kendaraan utuh, tetapi juga komponen utamanya,” tambah Nyoman.
Pada penyelenggaraan TEI 2026, TMMIN menampilkan beragam produk yang mencerminkan perkembangan industri manufaktur Indonesia. Berbeda dari tahun sebelumnya, TMMIN turut menghadirkan produk lokal binaan, yaitu Kopi Wonosalam yang dibina sejak 2024 dengan menerapkan Toyota Production System (TPS) untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses produksi.
