Populasi Kendaraan Jumbo, Industri Komponen Otomotif RI Punya Pasar Menggiurkan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Besarnya populasi kendaraan yang beroperasi di Indonesia menjadi peluang besar bagi industri komponen otomotif nasional, khususnya pasar aftermarket. Potensi tersebut dinilai tetap terbuka meski penjualan kendaraan baru menghadapi dinamika dan volatilitas.
Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) menyebut Indonesia memiliki basis kendaraan roda dua dan roda empat yang sangat besar di kawasan Asia Tenggara. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap komponen pengganti dan layanan perawatan kendaraan terus memiliki ruang untuk berkembang.
“Jadi Indonesia itu dengan kendaraan roda dua dan roda empat, jumlah unit yang beroperasi saya pikir kita adalah yang terbesar di Asia Tenggara. Sepeda motornya lebih dari 70 juta,” ujar Ketua Umum GIAMM Yusak Kristian dalam konferensi pers Automechanika Jakarta 2026, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Baca Juga
Digelar 30 September–4 Oktober di UNDIP, GIIAS Semarang 2026 Hadirkan 19 Merek Otomotif
Besarnya jumlah kendaraan yang masih beroperasi menjadi keunggulan tersendiri bagi industri komponen. Hal ini karena potensi pasar tidak hanya berasal dari penjualan kendaraan baru atau original equipment manufacturer (OEM), tetapi juga dari kendaraan yang telah digunakan dalam jangka panjang.
“Jadi, despite any dynamic or volatility dari new units, tetapi unit in operations itu menjadi target yang baik untuk bisnis komponen di Indonesia,” terang Yusak.
Pria yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) ini menilai kondisi tersebut menunjukkan besarnya peluang pasar bagi produsen komponen kendaraan roda dua dan roda empat di Indonesia.
Selain itu, kendaraan yang telah beroperasi selama bertahun-tahun tetap membutuhkan perawatan dan penggantian komponen. Hal ini menjadi basis permintaan yang dapat dimanfaatkan pelaku industri komponen melalui pasar aftermarket.
“Jadi, menurut saya, this is komponen itu karena marketnya sangat luas. OEM satu hal lagi yang terukur. Tapi unit in operations, hari ini kalau saya tanya motor dipakai orang berapa tahun di Indonesia? Enggak lagi 5 tahun mungkin, lebih. More than that,” ungkapnya.
Baca Juga
Bos Honda Optimistis Pasar Otomotif Semester II Akan Bangkit
Di tengah peluang tersebut, industri komponen nasional juga menghadapi perubahan teknologi kendaraan. GIAMM menyatakan produsen komponen Indonesia tidak hanya menyasar kendaraan dengan mesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE), tetapi juga siap mengikuti perkembangan kendaraan elektrifikasi.
Menurut Yusak, kesiapan tersebut mencakup kebutuhan komponen untuk kendaraan ICE, hybrid electric vehicle (HEV), battery electric vehicle (BEV), hingga plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).
“Komponen Indonesia, komponen maker Indonesia siap untuk supply any technology change, dan lain-lain,” imbuh Yusak.
