Grup Usaha Arsari Milik Hashim Bakal Garap WK Migas Natuna D-Alpha
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan pemenang Lelang Penawaran Langsung dan Lelang Reguler Area Studi ABT 2025 Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Tahap I Tahun 2026. Dalam daftar tersebut terdapat grup usaha milik pengusaha Hashim Djojohadikusumo.
Arsari Group milik Hashim, melalui anak usahanya PT Nations Petroleum memenangkan lelang penawaran langsung Wilayah Kerja (WK) Natuna D-Alpha. Dalam laporan yang dimuat Kementerian ESDM, PT Nations Petroleum memberikan komitmen pasti 3 tahun pertama senilai US$ 103,3 juta dengan bonus tanda tangan US$ 200.000.
Komitmen pasti tersebut meliputi, 3 Paket G&G Study; Akuisisi dan Processing Data Seismik 3D seluas 591 km2; 1 Pilot Unit Design and Engineering; 3 Paket CO2 Integrated Study; 1 Manufacturing, Procurement and Construction; 2 Paket EPC Design Cost; 1 Sumur Appraisal, 1 Sumur Eksplorasi; dan 1 Paket Operation, Multi-Mode Testing and Monitoring
Baca Juga
Punya 3 Kekuatan Ini, Hashim: Indonesia Bisa Jadi Magnet Investasi Data Center AI di Dunia
“Penawaran wilayah kerja minyak dan gas bumi merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong eksplorasi dan membuka peluang ditemukannya sumber daya Minyak dan Gas Bumi baru. Penambahan cadangan tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi serta memenuhi kebutuhan energi nasional di masa mendatang,” tulis pernyataan Kementerian ESDM, Jumat (18/9/2026).
Penetapan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri ESDM No. 108.K/MG.4/DJM/2026 tanggal 17 September 2026. Pada Lelang Penawaran Langsung dan Lelang Reguler Area Studi ABT 2025 Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Tahap I Tahun 2026, terdapat enam wilayah kerja yang ditetapkan memiliki pemenang lelang. Keenam wilayah kerja tersebut adalah Sapukala, Natuna D-Alpha, Bengara II, Pesut Mahakam, Puri, dan Rupat.
Wilayah Kerja Sapukala dimenangkan oleh Eni Indonesia Limited. Komitmen pasti tiga tahun pertama mencakup dua paket G&G Study serta akuisisi dan processing data seismik 3D seluas 1.500 km2. Total nilai komitmen pasti mencapai US$ 8 juta, terdiri atas US$ 500.000 untuk dua paket G&G Study dan US$ 7,5 juta untuk akuisisi serta processing data seismik 3D. Sementara itu, bonus tanda tangan yang ditetapkan sebesar US$ 200.000.
Wilayah Kerja Natuna D-Alpha dimenangkan oleh PT Nations Petroleum. Komitmen pasti tiga tahun pertama mencakup tiga paket G&G Study, akuisisi dan processing data seismik 3D seluas 591 km2, satu pilot unit design and engineering, tiga paket CO2 integrated study, satu manufacturing, procurement and construction, dua paket EPC design cost, satu sumur appraisal, satu sumur eksplorasi, serta satu paket operation, multi-mode testing and monitoring. Total nilai komitmen pasti mencapai US$ 103,309 juta, dengan bonus tanda tangan sebesar US$ 200.000.
Wilayah Kerja Bengara II dimenangkan oleh Sinopec International Energy Investment (HK) Holdings Limited. Perusahaan tersebut memiliki komitmen pasti berupa tiga paket G&G study, akuisisi dan processing data seismik 3D seluas 100 km2, serta pengeboran satu sumur eksplorasi. Total nilai komitmen pasti mencapai US$16,5 juta, yang terdiri atas US$ 1,5 juta untuk tiga paket G&G study, US$ 5 juta untuk akuisisi dan processing data seismik 3D, serta US$ 10 juta untuk sumur eksplorasi. Bonus tanda tangan ditetapkan sebesar US$ 300.000.
Wilayah Kerja Pesut Mahakam dimenangkan oleh PT Timur Hijau Investama. Komitmen pasti tiga tahun pertama mencakup tiga paket G&G study serta akuisisi dan processing data seismik 3D seluas 235,1 km². Total nilai komitmen pasti mencapai US$ 7,403 juta, terdiri atas US$ 350.000 untuk tiga paket G&G study dan US$ 7,053 juta untuk kegiatan seismik 3D. Bonus tanda tangan sebesar US$ 300.000.
Wilayah Kerja Puri juga dimenangkan oleh PT Timur Hijau Investama. Komitmen pasti mencakup tiga paket G&G study serta akuisisi dan processing data seismik 2D sepanjang 200 km. Total nilai komitmen pasti mencapai US$ 3,35 juta, dengan rincian US$ 350.000 untuk tiga paket G&G Study dan US$ 3 juta untuk kegiatan seismik 2D. Bonus tanda tangan ditetapkan sebesar US$ 300.000.
Sementara itu, Wilayah Kerja Rupat dimenangkan oleh Cinda Energy (Hong Kong) Limited. Komitmen pasti tiga tahun pertama terdiri atas tiga paket G&G Study dan satu sumur eksplorasi. Total nilai komitmen pasti mencapai US$ 2,95 juta, terdiri atas US$ 450.000 untuk tiga paket G&G Study dan US$ 2,5 juta untuk sumur eksplorasi. Bonus tanda tangan yang ditetapkan sebesar US$ 300.000.
Baca Juga
Temui Menteri PU, Hashim Minta Infrastruktur RI Dorong Lapangan Kerja dan Pengentasan Kemiskinan
Secara keseluruhan, keenam wilayah kerja tersebut mencatat total nilai komitmen pasti sebesar US$ 141,512 juta, dengan total bonus tanda tangan sebesar US$ 1,6 juta.
“Pemerintah menyampaikan apresiasi kepada para pemenang lelang atas partisipasinya dalam proses Penawaran Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Tahap I Tahun 2026. Selanjutnya, oemerintah mengharapkan para pemenang dapat memenuhi dan merealisasikan seluruh komitmen yang telah ditetapkan, khususnya dalam pelaksanaan kegiatan eksplorasi, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tulis pernyataan Kementerian ESDM.
