Kemenkop Fokus Perkuat Kopdes dan Koperasi Eksisting usai Dapat Tambahan Anggaran 2027
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersiap memperkuat pendampingan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau Kopdes serta koperasi eksisting menyusul adanya penyesuaian dan tambahan anggaran pada Tahun Anggaran 2027. Kepastian ini disampaikan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Menkop Ferry mengapresiasi dukungan Komisi VI DPR RI atas alokasi dana tambahan tersebut. Tambahan anggaran akan dialokasikan secara khusus untuk mengawal proses verifikasi dan validasi (verval) fisik KDKMP di daerah serta memastikan koperasi-koperasi yang sudah ada tetap mendapat pembinaan berkelanjutan.
"Tambahan anggaran ini akan kita gunakan untuk mendukung proses verifikasi dan validasi KDKMP, kami juga akan terus memberikan pendampingan kepada koperasi-koperasi eksisting," ujar Ferry.
Selain penyesuaian anggaran, Raker yang dipimpin Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini tersebut juga membahas progres RUU Perkoperasian. Ferry menjelaskan bahwa pihaknya telah menghimpun berbagai masukan ke dalam Daftar Inventarisasi Masalah (DIM), termasuk usulan pembentukan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) khusus koperasi guna memperkuat perlindungan nasabah.
Baca Juga
Penempatan Ribuan Manajer Kopdes Mulai Pekan Depan, Menkop Tunggu SK dan Perpres
Terkait kesiapan operasional KDKMP, Kemenkop saat ini tengah menunggu penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tata Kelola dan Operasionalisasi KDKMP. Sebanyak 28.626 manajer yang telah direkrut dan dilatih siap menerima SK pengangkatan dalam 1–2 hari setelah Perpres terbit, sembari proses verval terhadap 17.288 bangunan fisik dan gerai KDKMP terus berjalan.
Ketiga Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, mengingatkan pentingnya peran Kemenkop dalam mendorong koperasi menjadi badan usaha yang modern dan inklusif. Ia berharap Kemenkop dapat memaksimalkan anggaran yang ada agar program prioritas nasional ini memberikan dampak langsung bagi ekonomi masyarakat desa.
