Waskita (WSKT) Beberkan Jurus Bangun LRT Jakarta di Atas Tol dan Jalur KAI Aktif
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mengungkap metode konstruksi yang digunakan dalam pembangunan light rail transit (LRT) Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai yang melintasi jalur tol dan jalur kereta aktif milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.
Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko menyatakan, pengerjaan proyek tersebut tidak mudah karena dilakukan di tengah padatnya lalu lintas Jakarta dengan ruang yang terbatas.
"Sebagai kontraktor, tidak mudah mengerjakan proyek di tengah padatnya lalu lintas Jakarta dengan ruang terbatas," kata Paulus dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (17/9/2026).
Baca Juga
Meski demikian, Waskita Karya menerapkan sejumlah metode konstruksi dalam pengerjaan proyek tersebut. Salah satunya adalah penggunaan balance cantilever di atas jalur aktif jalur layang Tol Wiyoto Wiyono.
"Meski begitu, perseroan berhasil merampungkannya melalui penerapan sejumlah inovasi seperti penggunaan balance cantilever di atas jalur aktif jalur layang Tol Wiyoto Wiyono dan longspan steelbox girder yang membentang di atas jalur aktif Double-Double Track (DDT) Manggarai," jelas Paulus.
Menurutnya, seluruh metode dan struktur tersebut tetap mengedepankan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Tim di lapangan turut memasang safety net pada sekeliling segmen girder balance. Monitoring survei dan chamber juga dilakukan secara berkala setiap hari. Berkat langkah tersebut, Waskita Karya mencatat 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan (lost time injury) selama proses konstruksi.
"Bagi kami keselamatan para pengguna jalan dan pekerja adalah yang utama. Kami pun terus berkoordinasi dengan Jakpro (Jakarta Propertindo) sebagai owner proyek dalam menghadapi beragam situasi," ucap Paulus.
Paulus memastikan, LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai yang dikerjakan Waskita Karya telah melewati berbagai tes secara menyeluruh dan terstruktur. "Maka dipastikan aman dan nyaman digunakan oleh puluhan ribu masyarakat," ujarnya.
LRT Jakarta Fase 1B tersebut diresmikan Presiden Prabowo Subianto di Stasiun Manggarai, Jakarta pada Rabu (16/9/2026).
Dalam sambutannya, Prabowo mengapresiasi seluruh pihak yang berhasil menghadirkan LRT Jakarta. Dikatakan, keberadaan infrastruktur konektivitas tersebut merupakan langkah penting dalam rencana pembangunan dan transformasi bangsa.
"Lima sampai enam tahun lalu, siapa yang mengira kita bisa punya sistem transportasi seperti sekarang, ada LRT, KRL (kereta rel listrik), ada Transjakarta, Transjabodetabek, serta Kereta Bandara. Ini menjadi transport hub," kata Prabowo.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, pembangunan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai sepenuhnya menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 12,1 triliun.
"Konektivitas di Jakarta sekarang sudah 93% dan sejak dua tahun ini Pak Presiden, yang menggunakan transportasi publik meningkat setiap tahunnya sebanyak 15%. Sehingga dengan demikian, walau masih ada kemacetan pasti, tapi masyarakat di Jakarta merasakan sekarang jauh lebih mudah untuk menggunakan transportasi umum," tutur Pramono.
Total panjang LRT Jakarta mencapai 12,2 kilometer (km) dan diperkirakan akan mengangkut sekitar 80.000 penumpang setiap hari. LRT Jakarta juga terkoneksi dengan berbagai transportasi publik lain, seperti Transjakarta dan commuterline Jabodetabek di Stasiun Manggarai.
Baca Juga
LRT Jakarta Trase Manggarai-Dukuh Atas Butuh Rp 2,7 T, Prabowo: Danantara Wajib Bantu
Paulus berkomitmen, Waskita Karya siap untuk mengawal penguatan konektivitas antarwilayah dan integrasi transportasi publik di kota metropolitan.
"Kami merasa bangga dapat ikut berkontribusi untuk menghadirkan moda transportasi umum yang modern dan mampu memudahkan aktivitas warga Jakarta dan sekitarnya. Bagi Waskita LRT Jakarta bukan sekadar proyek, melainkan bagian dari rekam jejak kami dalam membangun negeri ini," tandasnya.
Ia menyebut, LRT Jakarta Fase 1B menambah pilihan transportasi publik di eks Kota Batavia ini. "Kami optimistis kehadiran LRT Jakarta Fase 1B akan menambah pilihan transportasi publik di ibu kota. Angkutan umum berbasis listrik ini merupakan solusi terbaik demi menciptakan udara di perkotaan yang lebih sehat, bersih, sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE)," pungkas Paulus.
