Waskita (WSKT) dan Jakpro Mulai Uji Coba LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai
JAKARTA, investortrust.id – PT Waskita Karya (WSKT) bersama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mulai menjalankan rangkaian testing and commissioning (T&C) sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai.
Salah satu tahapan yang telah dilakukan adalah pengujian jalur lintasan sepanjang 3,6 kilometer (km) yang menghubungkan Stasiun Velodrome dengan Stasiun Pramuka.
Baca Juga
Waskita (WSKT) Raih Kontrak Baru Rp 3,1 Triliun hingga Maret 2026, Berikut Rinciannya
Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin mengatakan proses T&C dilakukan secara rinci untuk memastikan seluruh sistem siap beroperasi. Tahapan tersebut meliputi pengujian menyeluruh terhadap seluruh komponen dan subsistem sebelum layanan komersial dijalankan, mulai dari jalur, persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional.
“Setiap meter pada jalur layang LRT Jakarta Fase 1B adalah tanggung jawab kami kepada masyarakat DKI Jakarta yang akan mengandalkan LRT setiap harinya. Maka itu, tahapan T&C ini harus dipersiapkan sangat matang,” ujar Iwan.
Sementara itu, Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko menyampaikan keterlibatan perseroan dalam proyek LRT Jakarta Fase 1B tidak hanya sebatas pekerjaan konstruksi, tetapi juga menjadi kesempatan menunjukkan kemampuan perusahaan dalam proyek dengan tingkat visibilitas tinggi.
Baca Juga
Defisit Neraca Pembayaran Indonesia Kuartal I-2026 Membengkak Jadi US$ 9,1 Miliar
Waskita mengerjakan integrasi sipil, rel, sistem, hingga operasional pada proyek LRT Jakarta Fase 1B. Perseroan juga terus mempercepat pembangunan proyek senilai Rp4,1 triliun tersebut agar segera dimanfaatkan masyarakat. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 92,76%.
“Dalam proses pengerjaan, tantangan utama (urban constraint) yang kami hadapi sebagai kontraktor di antaranya lalu lintas Jakarta yang padat dan ruang kerja terbatas. Maka solusinya, kami optimalkan waktu kerja pada malam hari yang menuntut fokus dan inovasi pada sistem safety dan sistem kerja,” jelas Paulus dalam keterangan resmi dikutip Jumat (22/5/2026).
Menurut Paulus, salah satu area yang dilalui dalam tes jalur lintasan berada di atas jalur aktif Tol Wiyoto Wiyono pada kilometer 1+700 hingga 2+100. Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama masa konstruksi, Waskita menerapkan metode balance cantilever dengan bentang sepanjang 120 meter. “Keselamatan konstruksi, baik dalam pengamanan konstruksi balance cantilever maupun pengguna jalan harus diutamakan,” tutur Paulus.

