XCMG Bangun Pusat Remanufaktur Alat Berat Pertama di Luar China di Balikpapan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Xuzhou Construction Machinery Group (XCMG), produsen alat berat asal Tiongkok membangun pusat remanufaktur (Indonesia Remanufacturing Center) komponen alat berat di Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia sebagai fasilitas manufaktur komponen pertamanya di luar China. Pusat ini dirancang untuk memperkuat layanan purna jual dan mendukung pengembangan rantai industri alat berat di Indonesia serta Asia Tenggara.
President Director XCMG Group Indonesia Kong Qing Chao mengatakan fasilitas tersebut akan mengintegrasikan manufaktur, rekondisi komponen, perbaikan alat berat, serta pelatihan teknis. Pengembangan itu menjadi bagian dari strategi XCMG untuk memperluas bisnis aftermarket, yakni layanan setelah penjualan produk, di pasar internasional.
Baca Juga
Pembiayaan Alat Berat Tertekan 0,22% di Semester I 2026, OJK Optimistis Pulih
"Indonesia Remanufacturing Center merupakan fasilitas overhaul dan remanufaktur komponen peralatan pertama XCMG di luar negeri," ujar Kong dalam sambutannya saat peletakkan batu pertama Indonesia Remanufacturing Center di Balikpapan, Rabu (16/9/2026).
Kong mengatakan pusat remanufaktur yang sedang dikembangkan di Indonesia akan menggabungkan sejumlah kegiatan dalam satu fasilitas dan diharapkan beroperasi pada akhir 2027.
"Setelah selesai dibangun dan mulai beroperasi, fasilitas ini akan mengintegrasikan berbagai kegiatan, termasuk overhaul dan remanufaktur komponen penting," kata Kong.
Kong menuturkan fasilitas tersebut juga akan mendukung layanan di lapangan, termasuk peningkatan kemampuan teknisi dan penyediaan solusi perbaikan bagi pelanggan alat berat. Dengan sistem yang terintegrasi, XCMG ingin memperkuat layanan purna jual di Indonesia sekaligus memperluas jangkauan layanan di kawasan Asia Tenggara.
Kong mengatakan, XCMG menempati posisi pertama dalam industri alat berat Tiongkok dan peringkat ketiga secara global. XCMG telah berkembang menjadi perusahaan dengan skala bisnis ratusan miliar renminbi dan terus memperluas jaringan operasionalnya di berbagai negara. Jaringan global XCMG telah menjangkau lebih 190 negara dan wilayah. Perusahaan juga memiliki 13 kawasan operasional di luar negeri yang mendukung pelayanan pelanggan dan penyediaan solusi alat berat.
Kong mengataka, pengembangan pusat remanufaktur di Indonesia menjadi bagian dari strategi globalisasi XCMG. Perusahaan tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi membangun rantai nilai yang mencakup riset dan pengembangan, produksi, serta pembiayaan.
Indonesia Jadi Basis Pengembangan Bisnis
Kong mengatakan XCMG telah berkomitmen mengembangkan pasar Indonesia selama lebih dari 30 tahun. Pada awalnya, kegiatan perusahaan berfokus pada penjualan produk alat berat. Seiring perkembangan bisnis, XCMG memperluas kegiatan operasional dan layanan lokal. "Indonesia menjadi salah satu pilar penting dalam strategi globalisasi XCMG," kata Kong.
Baca Juga
Dia menuturkan Indonesia merupakan salah satu pasar penting bagi XCMG dalam menjalankan strategi pengembangan rantai nilai industri. Strategi tersebut tidak hanya mencakup penjualan produk, tetapi juga pengembangan kegiatan bisnis dari hulu hingga hilir.
Menurut dia, penyesuaian produk terhadap kondisi lokal menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat daya saing produk dan layanan. Kegiatan riset dan pengembangan itu juga diharapkan dapat mendukung pengembangan pasar XCMG di Asia Tenggara.
Selain kegiatan manufaktur dan riset, XCMG juga mengembangkan layanan pembiayaan melalui ABC Multifnance. Kong menyebut perusahaan tersebut hadir untuk memberikan layanan pembiayaan yang terintegrasi dengan kebutuhan pelanggan. "Seluruh rangkaian layanan seperti riset dan pengembangan, manufaktur, pembiayaan, penjualan, hingga layanan terus berkembang dan semakin terbentuk di Indonesia," ujarnya.
