Penerimaan Negara dari Freeport Bisa Tembus Rp 120 Triliun, Naik Tajam Mulai 2027
JAKARTA, investortrust.id – Penerimaan negara dari PT Freeport Indonesia (PTFI) diproyeksikan melonjak signifikan dalam beberapa tahun ke depan seiring pemulihan produksi tambang Grasberg Block Cave. PTFI memperkirakan kontribusi ke negara mencapai US$ 8 miliar atau lebih dari Rp 120 triliun per tahun mulai 2028.
Direktur Utama PTFI Tony Wenas mengatakan, pada 2026 penerimaan negara dari kegiatan usaha PTFI diperkirakan mencapai US$ 2,6 miliar atau sekitar Rp 40 triliun. Kontribusi tersebut berasal dari pajak, dividen, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan pungutan lainnya.
Baca Juga
Freeport Targetkan Grasberg Produksi 100% Akhir 2027, Smelter Gresik Beroperasi September 2026
“Untuk proyeksi tahun 2026 ini itu rencana penerimaan negara adalah US$ 2,6 miliar atau sekitar Rp 40-an triliun, dan ini terdiri dari pajak kemudian dividen dan juga PNBP lainnya,” kata Tony dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Besaran penerimaan tersebut dihitung dengan asumsi harga tembaga US$ 4,75 per pound dan emas US$ 4.000 per ounce. Sementara harga yang disebut Tony pada saat pemaparan telah berada di sekitar US$ 6,5 per pound untuk tembaga dan US$ 4.500 per ounce untuk emas.
“Kalau kita lihat kemudian dibandingkan dengan rencana di tahun 2027 terjadi penaikan signifikan penerimaan negara menjadi 4,6 miliar dolar, ini akan sejalan dengan peningkatan produksi yang saya jelaskan di slide sebelumnya,” ujarnya.
Kenaikan penerimaan negara tersebut ditopang peningkatan produksi PTFI. Pada 2026, perusahaan menargetkan produksi 800 juta pound tembaga dari dua smelter, yakni 600 juta pound dari PT Smelting dan 200 juta pound dari smelter PTFI. Selain itu, produksi emas diperkirakan mencapai 700.000 ons atau sekitar 21 ton.
PTFI juga akan menghasilkan 103 ton perak batangan dari Precious Metal Refinery, serta produk samping berupa sekitar 1,4 juta ton asam sulfat dan 900.000 ton copper slag atau terak tembaga.
Produksi emas diperkirakan meningkat tajam pada 2027 seiring mulai beroperasinya production block 1 Grasberg Block Cave. Pada tahun tersebut, produksi diproyeksikan mencapai 1,3 miliar pound tembaga dan 1 juta ons emas atau sekitar 31 ton.
Baca Juga
Freeport Proyeksikan Produksi Tambang Naik, Targetkan 21 Ton Emas pada 2026
Tony menuturkan, asumsi harga komoditas ke depan juga berada di atas asumsi yang digunakan untuk penerimaan 2026. PTFI memperkirakan harga tembaga berada di kisaran US$ 6 per pound dan emas sekitar US$ 4.500 per ounce sepanjang periode 2026–2030.
“Di tahun 2028 dan tahun 2029 dan seterusnya diperkirakan akan bisa mencapai US$ 8 miliar atau sekitar Rp 120 triliun lebih per tahunnya penerimaan negara dalam bentuk pajak, PNBP, dividen, dan pungutan-pungutan lainnya,” pungkas Tony.
