Mangkrak Hampir 10 Tahun, Proyek LRT City Dibidik Rampung September 2028
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Proyek perumahan LRT City yang hampir mangkrak selama sekitar 10 tahun ditargetkan kembali dibangun mulai 1 Oktober 2026 dan rampung pada 30 September 2028.
Diketahui, proyek LRT City yang pertama kali groundbreaking adalah LRT City Bekasi Eastern Green pada 2016 lalu. Sementara, LRT City Ciracas di akhir 2018 dan LRT City Tebet dilakukan pemasarannya pada Oktober 2020.
Hal ini terungkap dalam sesi panggilan telepon Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama perwakilan paguyuban korban LRT City, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), pihak BP BUMN, media Investortrust dan Rakyat Merdeka pada Selasa (15/9/2026) malam.
Dalam pertemuan tersebut, Deputi Bidang Peningkatan Nilai Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Endra Gunawan menyampaikan, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) melalui anak usahanya, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) akan mulai membangun kembali proyek tersebut pada Oktober 2026.
Maruarar kemudian memastikan tenggat penyelesaian proyek kepada Endra. "Selesainya kapan?" tanya dia.
"30 September 2028," jawab Endra.
Lantas, Maruarar meminta kesepakatan tersebut dicatat dan dikawal agar proyek dapat kembali berjalan sesuai jadwal.
"Jadi, Adhi Karya kesepakatannya mulai bangun kapan? Tanggal berapa? 1 Oktober 2026. Selesainya kapan? 30 September 2028," kata Ara, sapaan akrab Maruarar.
Baca Juga
Disuntik Danantara Rp 456 Miliar, Pembangunan 12 Proyek LRT City Dipastikan Lanjut
Namun, rencana pembangunan tersebut belum menjawab seluruh persoalan konsumen. Perwakilan Paguyuban Korban LRT City, Andrew mengatakan, pihaknya masih menunggu kepastian mengenai lokasi mana saja yang akan dibangun dalam kurun waktu dua tahun tersebut.
Pasalnya, proyek LRT City yang disoroti dalam pertemuan tersebar di sekitar 12 lokasi. "Kami nanti dari tim kecil yang sudah dibentuk via WhatsApp grup itu bisa bertemu lagi untuk memastikan, kira-kira dua tahun itu untuk lokasi mana saja," ucap Andrew.
Menurut Andrew, kepastian lokasi dan waktu penyelesaian diperlukan agar informasi tersebut dapat disampaikan kepada konsumen. "Supaya kami sampaikan ke konsumen (korban LRT City)," ujar dia.
Dalam sesi telepon grup tersebut, Andrew turut memaparkan jumlah konsumen yang tergabung dalam paguyubannya saat ini mencapai 500 orang. Sementara itu, jika seluruh 12 lokasi diperhitungkan, jumlah konsumen LRT City disebut mencapai lebih dari 2.400 orang.
"Untuk kami di paguyuban itu ada sekitar 500 konsumen. Tapi totalnya itu sebenarnya ada 2.400-an lebih kalau 12 lokasi," terang dia.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian konsumen adalah Cikunir. Andrew menyebut terdapat lokasi yang hingga kini sama sekali belum terbangun. "Misalnya Cikunir yang sama sekali belum terbangun. Nah, itu kira-kira selesainya berapa lama?" tutur dia.
Mayoritas Minta Uang Kembali
Di tengah rencana pembangunan kembali tersebut, Maruarar mengungkapkan bahwa mayoritas konsumen justru menginginkan pengembalian dana/uang (refund).
Hal itu disampaikan ketika perwakilan YLKI dan BPKN menanyakan opsi refund dalam penyelesaian persoalan LRT City. "Kalau dari konsumen, saya dengar tadi mayoritas minta refund," tandas Politisi Gerindra itu.
Lalu, perwakilan konsumen LRT City pun membenarkan pernyataan tersebut. "Betul, Pak," jawab Andrew.
Dikatakan Andrew, pilihan konsumen antara menunggu pembangunan atau meminta refund masih bergantung pada kepastian lokasi yang akan dibangun serta berapa lama waktu penyelesaiannya.
"Kami sudah bikin rangkuman, misalnya Cikunir itu mau berapa refund, berapa konsumen yang mau menunggu pembangunan karena sudah tahu nih kira-kira Cikunir berapa lama sih bangunnya," jelas Andrew.
Sementara itu, Endra menambahkan, nilai proyek maupun besaran dana yang berkaitan dengan opsi pembangunan ataupun refund masih dalam tahap kajian sembari menunggu daftar inventarisasi masalah dalam kasus mandeknya proyek LRT City.
"Belum, Pak. Masih tadi masih mau dikaji dulu, Pak," kata dia ketika ditanya mengenai nilai yang terkait dengan sekitar 2.400 konsumen tersebut.
Alhasil, Maruarar menegaskan, keputusan mengenai opsi penyelesaian akan difinalisasi dalam pertemuan berikutnya.
Baca Juga
Adhi Karya (ADHI) Dikejar 'Deadline', Nasib 2.400 Konsumen LRT City Diputus Oktober
Pertemuan lanjutan antara perwakilan konsumen LRT City dan BP BUMN dijadwalkan berlangsung Jumat (18/9/2026) pukul 09.00 WIB. Pertemuan tersebut akan membahas lebih rinci lokasi proyek yang akan dibangun serta kepastian waktu penyelesaiannya.
Diberitakan, Pemerintah memastikan sebanyak 12 titik proyek apartemen LRT City yang sempat terhenti atau mangkrak bakal tetap dibangun demi menuntaskan kewajiban kepada para konsumen.
Kepastian tersebut didapatkan setelah Danantara Indonesia berkomitmen mengucurkan suntikan modal senilai Rp 456 miliar kepada PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP).
Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Kepala BP BUMN Aminudin Ma'ruf usai menggelar pertemuan dengan perwakilan pembeli apartemen LRT City serta Menteri PKP Maruarar Sirait.
"Memang kita ada rencana membangun semuanya di 12 titik, di 12 lokasi," kata Aminudin di Gedung BP BUMN, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Aminudin, yang ditunjuk sebagai pengawas penanganan krisis proyek tersebut, menjelaskan bahwa 12 titik kawasan tersebut mencakup unit yang sudah berdiri, belum rampung, hingga area yang belum tersentuh konstruksi sama sekali.
Mengutip laman resmi PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), berikut 12 titik proyek yang sedang digarap perseroan:
LRT City Ciracas (Jakarta Timur)
LRT City Cibubur (Depok/Cibubur)
LRT City Jatibening (Bekasi)
LRT City MTH (MT Haryono, Jakarta)
LRT City Tebet (Jakarta)
LRT City Bekasi - Eastern Green (Bekasi)
LRT City Bekasi - Green Avenue (Bekasi)
LRT City Cikunir (Bekasi)
Grand Central Bogor (Bogor)
Oase Park (South Tangerang)
Cisauk Point (Tangerang)
Adhi City Sentul (Bogor)
