Kadin-Kemenlu Sinkronisasi Diplomasi Ekonomi, Kejar Investasi Rp 2.500 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong penguatan diplomasi ekonomi bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk mengerek perdagangan dan investasi, khususnya dengan kawasan Amerika dan Eropa. Langkah ini untuk menopang target pertumbuhan ekonomi 7–8%.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan, kebutuhan investasi Indonesia tahun ini mencapai sekitar Rp 2.500 triliun dan realisasinya masih berada di jalur yang diharapkan. Namun, investasi perlu terus dijaga setiap tahun bersamaan dengan peningkatan perdagangan untuk memperkuat devisa dan cadangan devisa.
Baca Juga
“Kita ingin tumbuh bertahap 7-8%. Kita butuh investasi besar. Tahun ini butuh Rp 2.500 triliun. On track, tapi mesti dilakukan dan ini kan tiap tahun. Nah yang kedua juga perdagangan kita ingin tingkatkan terus supaya devisa masuk, kita punya nilai tukar juga kuat, dan juga foreign reserve-nya ada,” ujar Anindya saat ditemui di Menara Kadin Indonesia, Senin (14/9/2026).
Hal tersebut dibahas Anindya dalam pertemuan dengan Dirjen Amerika dan Eropa Kemenlu Grata Endah Werdaningtyas. Pertemuan tersebut membahas sinkronisasi agenda serta tindak lanjut berbagai kesepakatan yang telah dicapai Indonesia dengan negara-negara di Amerika dan Eropa, termasuk memantau sejauh mana realisasi perdagangan dan investasi.
Menurut Anindya, cakupan Amerika yang dibahas tidak hanya Amerika Serikat, tetapi juga Kanada dan negara-negara Amerika Latin. Sementara di Eropa, peluang kerja sama juga terbuka dengan negara-negara di luar Uni Eropa, sehingga diperlukan koordinasi agenda yang lebih terarah untuk menangkap peluang bisnis.
“Kita bicara bagaimana kita bisa sinkronisasi daripada jadwal dan juga follow up dari apa yang telah ditandatangani atau telah disepakati sehingga setiap waktu kita bisa lihat realisasi perdagangan dan juga investasi itu sudah sampai di mana,” ungkap Anindya.
Selain tindak lanjut kesepakatan, Kadin dan Kemenlu juga membahas sejumlah agenda bisnis yang akan berlangsung di Amerika dan Amerika Latin. Forum-forum tersebut diharapkan menjadi pintu masuk untuk memperluas hubungan dagang sekaligus menarik investasi baru ke Indonesia.
Anindya menilai strategi Kemenlu yang kini menggarisbawahi diplomasi ekonomi menjadi sinyal positif bagi dunia usaha. Menurut dia, pelaku usaha membutuhkan hasil konkret dari setiap perjalanan dan agenda kerja sama internasional, bukan sekadar penandatanganan kesepakatan.
“Konstituen kami selalu bertanya, ‘pulang-pulang dari luar negeri bawa apa?’ Nah di sinilah saya berterima kasih Bu Dirjen. Mudah-mudahan ini sesuatu yang baik dan hasilnya dirasakan oleh masyarakat dunia usaha,” sebut Anindya.
Baca Juga
Kadin Indonesia dan Bulgaria Dorong Penguatan Perdagangan Sektor Pertanian dan Investasi Bilateral
Sementara itu, Grata mengatakan, Kemenlu dan Kadin perlu memperkuat sinergi karena pelaku usaha merupakan pihak utama yang menjalankan aktivitas perdagangan dan investasi. Kemenlu bersama kementerian dan lembaga lain berperan sebagai regulator sekaligus memberikan dukungan agar peluang kerja sama ekonomi dapat diwujudkan.
“Harapannya adalah Indonesia dalam diplomasi ekonomi bekerja sama, menjadi satu kesatuan, dan kita di Kemenlu juga bisa mendukung apa yang menjadi harapan dari para pelaku bisnis. Jadi kita juga mau kerja diplomasi ekonomi kita itu konkret, dan sesuai dengan harapan dari pelaku bisnis di Indonesia,” kata Grata.
