'Water Taxi' Ngurah Rai-Canggu Ditargetkan Beroperasi Semester I 2027
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan layanan watertaxi yang menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai (DPS) dengan kawasan Canggu, Bali, dapat mulai beroperasi secara fungsional (tanpa tarif) pada semester I 2027.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kemenhub, M Masyhud menyatakan, pengembangan layanan tersebut masih terkendala revitalisasi di sejumlah kawasan pantai.
"Begini, di pantai itu masih ada revitalisasi. Jadi itu jalan duluan, nah nanti kita meneruskan di depannya itu (luar garis pantai). Jadi desainnya menyesuaikan," kata Masyhud saat mediagathering di Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026).
Baca Juga
Polri Panggil Seluruh Operator Taksi Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Menurut dia, salah satu tantangan pembangunan watertaxi berkaitan keberadaan pura di kawasan pesisir.
Dalam kesempatan itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menambahkan, keberadaan pura di sekitar pantai menjadi salah satu hal yang menghambat pengembangan water taxi. "Tahu nggak yang menghambat watertaxi itu apa? Ya itu, pura," ujar dia.
Ia menggarisbawahi, Kemenhub tetap menghormati adat istiadat setempat. Pemerintah pusat akan menyesuaikan layanan watertaxi Bali mengikuti ketentuan di wilayah tersebut.
Mengenai kapan beroperasinya watertaxi, Masyhud menyampaikan, layanan tersebut ditargetkan dapat beroperasi pada semester I 2027. "Semester I 2027 bisa," tegas dia.
Adapun terkait tarif, ia menyebut layanan watertaxi pada tahap awal kemungkinan akan bersifat fungsional atau tanpa tarif. "Paling ya fungsional (tanpa tarif)," ungkap Masyhud.
Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mendukung persiapan layanan watertaxi yang dirancang menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai (DPS) dengan kawasan Canggu.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo menuturkan, pengembangan layanan tersebut merupakan langkah untuk merespons kebutuhan mobilitas sekaligus memperkuat konektivitas antarmoda di kawasan pariwisata Bali.
"Pengembangan layanan water taxi menjadi bagian dari komitmen kami dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk menghadirkan sistem transportasi yang terintegrasi. Kami berharap layanan ini dapat menjadi alternatif yang efisien, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan," ujar Heru dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (11/9/2026).
Sebagai bagian penugasan pemerintah, ASDP bersama PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) alias Injourney Airports telah menyelesaikan studi kelayakan (feasibilitystudy) untuk proyek tersebut. Kajian tersebut mencakup aspek pasar, teknis, finansial, operasional, sosial, dan lingkungan. Hasil kajian mengidentifikasi lintasan Sekeh-Canggu (Berawa) sebagai rute prioritas pada tahap awal pengembangan.
Berdasarkan observasi, waktu tempuh perjalanan darat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu berkisar 1 hingga 2 jam. Dengan watertaxi, waktu tempuh diproyeksikan menjadi maksimal 30 menit.
Baca Juga
Water Taxi Bali Dibangun Agustus 2026, Investasi Awal Rp 1,21 Triliun
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menjelaskan, penetapan lintasan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna, kondisi perairan, aspek keselamatan pelayaran, kesiapan infrastruktur, serta konektivitas kawasan sekitar. "Melalui pendekatan ini, layanan water taxi diharapkan tidak hanya efisien, tetapi juga aman dan terintegrasi dengan ekosistem pariwisata Bali," jelas Windy.
Saat ini, pengembangan proyek masih memasuki tahap lanjutan, termasuk penyusunan detailed engineering design (DED) serta pemenuhan aspek perizinan bersama Injourney Airports. Tahapan tersebut ditargetkan selesai pada 2026 sebelum dilaporkan kepada pemerintah untuk mendapatkan arahan dan penugasan lebih lanjut.
