Water Taxi Bali Dibangun Agustus 2026, Investasi Awal Rp 1,21 Triliun
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah merencanakan pembangunan transportasi laut berupa water taxi di Bali. Proyek tersebut ditargetkan masuk tahap konstruksi pada Agustus 2026 untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan pariwisata.
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi menyatakan, moda transportasi berbasis laut itu akan menghubungkan sejumlah lokasi strategis dan destinasi wisata utama, termasuk dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu.
Dalam pelaksanaannya, kata Dudy, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang ditunjuk sebagai operator saat ini tengah menyusun studi pra-desain dan studi kelayakan sebelum masuk ke penyusunan detail engineering design (DED).
Baca Juga
Taksi Terbang Bakal Komersial di IKN pada 2029, China-AS Berminat?
"Saat ini PT ASDP yang akan mengoperasikan water taxi sedang dalam proses usulan studi DED. Adapun pekerjaan konstruksi mulai dilaksanakan pada Agustus 2026 hingga Juli 2027," kata Menhub dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR, Pemerintah Provinsi Bali, dan Kementerian PU yang dipantau melalui siaran TV Parlemen, Rabu (8/4/2026).
Ia menyebut investasi awal proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp 1,21 triliun. Dengan adanya moda transportasi air tersebut, waktu tempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Canggu yang melalui jalur darat selama satu hingga dua jam dapat dipangkas menjadi sekitar 30 menit.
"Canggu termasuk tiga besar destinasi wisata dengan minat tertinggi baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara di Bali. Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk komponen investasi awal adalah sebesar Rp 1,21 triliun," ujar Dudy.
Baca Juga
Gubernur Bali Desak Kepastian Tol Gilimanuk–Mengwi, Menteri PU Pastikan Tetap Prioritas
Untuk menjamin keamanan pelayaran, desain proyek juga akan dilengkapi pembangunan penahan gelombang di sejumlah titik perairan dengan karakter ekstrem, seperti kawasan Pantai Sekeh di Bandara Ngurah Rai dan Pantai Berawa.
"Langkah percepatan terus dilakukan, mulai dari penyelesaian studi hingga penyusunan desain teknis, agar implementasi proyek ini tepat waktu," tutur Dudy.

