Buka Peluang Pabrikan Kereta Asing Investasi di RI, Menhub Minta Inka Siap Bersaing
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi membuka peluang pabrikan kereta api asing untuk berinvestasi di Indonesia. Kehadiran pabrikan asing dapat menciptakan kompetisi dan mendorong PT Industri Kereta Api (Persero) atau Inka menjadi lebih baik.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Menhub ditanya mengenai kereta rel listrik (KRL) produksi Inka yang sebelumnya mendapat sorotan publik karena ditarik balik ke pabrik untuk maintenance padahal belum genap setahun melayani masyarakat Jabodetabek.
Baca Juga
Bos KAI Ungkap Pentingnya Merger dengan INKA, RI Butuh 156 KRL hingga 2040
"Kita ingin melatih Inka untuk menjadi pabrikan kereta yang bagus," tegas Dudy saat mediagathering di Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Allan Tandiono menambahkan, pemerintah membuka ruang bagi investor untuk menciptakan daya saing (competitiveness) di industri perkeretaapian nasional. "Kalau usul pabrik di luar itu ya harus ada kompetisinya, harus ada 'Inka ke-2'. Supaya kompetisinya bisa membuat mereka lebih baik," jelas Allan.
Dudy melanjutkan, proses tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mendewasakan industri perkeretaapian nasional. "Itulah proses mendewasakan industri perkeretaapian. Kayak anak belajar jalan, apakah perlu sambil megang 'kursi jalan'?" tutur dia.
Menurut Dudy, industri luar negeri dapat menjadi sarana pembelajaran bagi industri perkeretaapian dalam negeri. "Kursijalan ini siapa? Industri luar negeri. Ya, banyak cara kan untuk pembelajaran," katanya menambahkan.
Dudy mempersilakan pabrikan kereta asing yang berminat untuk berinvestasi dan membangun fasilitas produksi di Indonesia. "Ya, kalau mereka berminat dan menganggap bahwa Indonesia adalah tempat yang bagus untuk investasi ya silakan saja," tandas dia.
Dia menyebut investasi pabrikan asing dapat memberikan manfaat berupa transfer teknologi dan penyerapan tenaga kerja. "Pabrikan kereta asing yang ingin berinvestasi di dalam negeri ya silakan. Kan lumayan, satu transfertechnology, kedua menyerap tenaga kerja kan teknisi dan montir dari kita. Karena investasi asing kita juga butuh," ungkap Dudy.
Tak hanya itu, Allan Tandiono turut menyoroti pengalaman negara China yang menunjukkan bahwa kehadiran pemain asing dapat mendorong perkembangan industri domestik. "Pengalaman dari Tiongkok, ya kalau nggak ada Tesla nggak ada BYD. Kan Tesla bangun tuh pabrik besar, langsung di-copy (Tiongkok). Sekarang BYD lebih besar," kata Allan.
Di sisi lain, PT Inka saat ini juga terlibat dalam proses perawatan sarana KRL yang digunakan PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter).
KAI Commuter melakukan penyesuaian jadwal perjalanan sejak 7 September 2026 karena perawatan sarana KRL. Sebanyak 17 perjalanan KRL mengalami penyesuaian sehingga total perjalanan KRL atau commuterline Jabodetabek turun dari 1.065 menjadi 1.048 perjalanan per hari.
Baca Juga
Peluang Terbesar VinFast Bukan Sekadar Kendaraan, Melainkan Ekosistem
Kemudian, pada Kamis (10/9/2026), KAI Commuter menambah kembali 13 perjalanan commuterline lintas Bogor setelah melakukan evaluasi terhadap kepadatan pengguna. Dengan penambahan tersebut, total perjalanan KRL Jabodetabek menjadi 1.061 perjalanan per hari.
Dalam proses perawatan tersebut, Inka bersama KAI Commuter melakukan general check up terhadap rangkaian KRL seri iE305 produksi Inka. Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah komponen, termasuk sistem bogie, sistem propulsi, serta komponen yang berkaitan dengan aspek keselamatan perjalanan.
