Industri Makin Butuh 'Cold Chain', Daxtro Perkuat Solusi Pendinginan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Daxtro, penyedia solusi pendinginan untuk kebutuhan industri, melihat kebutuhan sistem cold chain di Indonesia terus berkembang seiring pertumbuhan sektor makanan dan minuman, ritel, hospitality, hingga farmasi.
Kebutuhan tersebut membuat kemampuan menjaga temperatur secara konsisten menjadi bagian penting dalam proses penyimpanan, produksi, dan distribusi. Konsistensi suhu juga berperan dalam mempertahankan kualitas produk sekaligus menekan potensi kerugian akibat produk rusak. Namun, kebutuhan pendinginan setiap industri tidak seragam. Perbedaan karakteristik produk, temperatur, hingga pola operasional membuat solusi pendinginan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pengguna.
Chief Executive Officer (CEO) Daxtro Irfan Desto Pandoyo mengatakan perkembangan industri membuat kebutuhan terhadap sistem pendinginan semakin spesifik. Perusahaan pengolahan makanan memiliki kebutuhan yang berbeda dengan industri perikanan, cold chain, maupun farmasi.
Baca Juga
Realme GT 7 Series Rilis Global! 'Smartphone' Pendingin Canggih dan Baterai Jumbo
“Kalau melihat perkembangan industri saat ini, kebutuhan pendinginan sudah semakin spesifik. Kebutuhan sebuah perusahaan pengolahan makanan tentu berbeda dengan industri perikanan, cold chain, maupun farmasi. Untuk itu, yang dibutuhkan bukan sekadar sistem yang bisa membuat produk tetap dingin, tetapi solusi yang dapat bekerja secara konsisten dan sesuai dengan kebutuhan operasional masing-masing,” ujar Irfan dikutip Rabu (9/9/2026).
Menurut Irfan, pemilihan solusi pendinginan perlu melihat bagaimana peralatan atau equipment digunakan dalam keseluruhan proses operasional. Kapasitas, kebutuhan temperatur, karakteristik produk, serta kebutuhan penyimpanan menjadi sejumlah faktor yang perlu dipahami sebelum menentukan sistem yang digunakan.
“Prosesnya harus dimulai dari memahami kebutuhan pengguna. Equipment adalah bagian dari solusi, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana equipment tersebut dapat diaplikasikan secara tepat,” katanya.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Daxtro menghadirkan berbagai solusi pendinginan industri, termasuk cold room atau cold storage serta industrial ice machine. Pendekatan Daxtro tidak hanya berfokus pada penjualan peralatan, tetapi kesesuaian antara teknologi dan kebutuhan pengguna. Perusahaan melihat aplikasi di lapangan sebagai bagian penting dalam menentukan solusi yang tepat.
“Kami melihat bahwa kebutuhan setiap bisnis memiliki karakter yang berbeda. Untuk itu, kami ingin memastikan solusi yang di lapangan. Kami tidak ingin berhenti pada transaksi produk, tetapi membangun hubungan jangka panjang sebagai partner bagi industri,” ujar Irfan.
Irfan mengatakan interaksi langsung dengan pelaku industri memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai persoalan yang dihadapi pengguna. Kebutuhan yang terlihat sebagai persoalan teknis dari luar, kata dia, belum tentu menjadi masalah utama ketika diterapkan di lapangan.
“Ketika kita berbicara langsung dengan pelaku industri, kita bisa memahami kebutuhan mereka secara lebih nyata. Apa yang terlihat sebagai kebutuhan teknis dari luar belum tentu menjadi persoalan utama di lapangan. Karena itu, mendengarkan pengguna menjadi bagian penting dalam memahami bagaimana sebuah solusi seharusnya dikembangkan dan diterapkan,” jelasnya.
Memperkuat Koneksi dengan Ekosistem Industri
Pertumbuhan industri cold chain membutuhkan ekosistem yang menghubungkan pemilik bisnis, pengguna teknologi, penyedia equipment, hingga perusahaan yang menawarkan solusi pendukung.
“Industri cold chain tidak berdiri sendiri. Ada banyak sektor yang saling terhubung di dalamnya. Karena itu, kami ingin berada lebih dekat dengan ekosistem tersebut, bukan hanya untuk memperkenalkan solusi Daxtro, tetapi juga untuk memahami bagaimana kebutuhan industri berkembang dari waktu ke waktu,” kata Irfan.
Salah satu langkah yang dilakukan Daxtro adalah berpartisipasi dalam pameran dagang internasional di Indonesia dan Asia Tenggara yang berfokus pada industri refrigeration, heating, ventilation, and air conditioning (HVAC&R).
HVAC&R merupakan sektor yang mencakup teknologi pemanasan, ventilasi, pendinginan, serta refrigerasi. Kehadiran Daxtro dalam ajang tersebut menjadi sarana untuk memperluas interaksi dengan pelaku industri sekaligus memperkenalkan solusi perusahaan kepada pasar yang lebih luas.
Baca Juga
Prabowo Siapkan 5.000 Desa Nelayan, Lengkap dengan SPBU hingga 'Cold Storage'
“Pameran bukan hanya tempat untuk menampilkan produk. Ini adalah ruang untuk bertemu dengan industri, bertukar informasi, melihat perkembangan teknologi, sekaligus memahami kebutuhan pasar secara langsung. Koneksi seperti ini penting agar solusi yang kami hadirkan tetap relevan dengan perkembangan industri,” ungkap Irfan.
Perkembangan industri cold chain diperkirakan terus menciptakan kebutuhan baru seiring semakin banyaknya produk dan proses yang membutuhkan pengendalian temperatur. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan terhadap sistem pendinginan yang tidak hanya mampu mencapai temperatur tertentu, tetapi juga dapat bekerja secara andal dan efisien sesuai pola operasional pengguna.
“Kami percaya bahwa solusi yang baik selalu berangkat dari kebutuhan yang nyata. Karena itu, kami akan terus mendengarkan industri, memahami tantangannya, dan menghadirkan solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Inilah yang ingin kami bangun bersama Daxtro ke depan,” tutur Irfan.
