Kemenperin: Investasi Kendaraan Listrik RI Tembus Rp30,4 Triliun, Serap 10.650 Tenaga Kerja
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memaparkan investasi pada industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia terus menunjukkan perkembangan. Berdasarkan data, tercatat total investasi yang telah masuk ke sektor itu mencapai Rp 30,4 triliun.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kemenperin Setia Diarta mengungkapkan investasi tersebut mencakup berbagai subsektor kendaraan, mulai dari kendaraan komersial seperti bus dan truk, kendaraan roda empat, hingga kendaraan roda dua dan roda tiga.
“Secara total memang total investasi yang sudah ada itu ada sekitar Rp30,4 triliun dan tenaga kerja yang terlibat langsung ada sekitar 10.650 orang,” ujar dia dalam rapat Panja bersama Komisi VII DPR RI, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Setia menjelaskan hingga saat ini terdapat 10 perusahaan produsen kendaraan komersial, kemudian 15 perusahaan produsen kendaraan roda empat, serta sekitar 70 perusahaan produsen kendaraan roda dua dan roda tiga yang telah beroperasi di Indonesia.
Perkembangan investasi tersebut sejalan dengan pertumbuhan populasi kendaraan listrik di Indonesia. Kemenperin mencatat populasi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sejak 2020 hingga Agustus 2026 telah mencapai sekitar 541.000 unit.
Baca Juga
Prabowo Ungkap Ekosistem Mobil Listrik Nasional Dibangun di Subang, Produksi Massal Dimulai 2028
"Dan ini memang ter-trigger sejak mulai dari 2023 sampai ke 2026 ini kondisi geopolitik dan kondisi terkait dengan bahan bakar kita yang ada saat ini juga, dan komitmen terhadap net zero emission juga membuat sektor transportasi memilih cenderung untuk mulai menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai," terangnya.
Kemenperin juga menyebut pertumbuhan populasi kendaraan listrik pada periode 2020-2025 bahkan telah mencapai lebih dari 150% secara compound annual growth rate (CAGR). Kendaraan roda dua dan roda empat menjadi penggerak utama pertumbuhan tersebut.
"Dan roda dua dan roda empat ini yang paling menjadi krusial dan menjadi penggerak utama pada sektor kendaraan listrik ini," tandas Setia.
