Kementerian Keuangan akan Ambil Alih Pengelolaan Whoosh per 15 September 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan memulai mengambil alih penngelolaan Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Whoosh dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
“Tanggal 15 (September) insyaallah, mudah-mudahan, kita bisa serah terimakan dari Danantara,” kata Purbaya, saat taklimat media, di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Purbaya menjelaskan bahwa terdapat dua special mission vehicle (SMV) yang akan mengakuisisi KCIC. Menurut dia, Kemenkeu akan menggunakan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) atau Indonesia Investment Authority (INA).
“Atau mungkin satu juga, nanti kita lihat. Ternyata cicilannya nggak gede-gede amat. Seharusnya sih satu SMV cukup,” kata dia.
Purbaya mengatakan beban utang Whoosh akan tetap ditanggung pemerintah. Akan tetapi, beban utang tersebut dapat ditangani satu SMV.
Baca Juga
Rugi Whoosh Tembus Rp 5,13 Triliun, Jaminan Pemerintah Jadi Perisai Risiko APBN
Menurut sang Bendahara Negara, total utang dari proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) tersebut memang besar. Akan tetapi, pascarestrukturisasi tenor cicilan tersebut menjadi 80 tahun.
“80 tahun saya dengar kemarin. Makanya hebat juga itu,” kata dia.
Purbaya tak mempermasalahkan panjangnya tenor cicilan utang KCIC. Dengan nada kelakar, Purbaya menyebut utang tersebut tak semengerikan yang dibayangkan.
“Paling enggak gue udah mati. Jadi, tidak semengerikan yang dibayangkan sebelumnya, karena utangnya sudah direstrukturisasi,” ujar dia.
Selain memperpanjang tenor, Purbaya mengatakan proyek kereta cepat juga akan memperpanjang rutenya ke Jawa Timur.
“Saya kan punya SMV itu kan, kereta api cepatnya. Kita tarik ke Jawa Timur, saya sudah berbicara dengan Menteri Keuangan China, sepertinya mereka tertarik,” jelas dia.
