4 Stasiun Bogor Bakal Ditata, KAI Gandeng Pemkot hingga GoTO
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menggandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) alias Gojek untuk memperkuat integrasi transportasi serta menata sekaligus mengembangkan kawasan empat Stasiun di Bogor, Jawa Barat.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama KAI dan Pemkot Bogor terkait pengembangan kawasan stasiun serta kerja sama KAI dengan Gojek dan GoPay dalam penguatan layanan mobilitas digital. Penandatanganan berlangsung di Stasiun Bogor, Senin (7/9/2026).
Kesepakatan antara KAI dan Pemerintah Kota Bogor mencakup pengembangan perkeretaapian, peningkatan pelayanan transportasi, penataan dan pengembangan stasiun serta kawasan pendukung, integrasi antarmoda, dan optimalisasi potensi sumber daya di Kota Bogor.
Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan empat kawasan stasiun, yakni Stasiun Bogor, Stasiun Sukaresmi, Stasiun Ciomas, dan Stasiun Batu Tulis. Khusus kawasan Stasiun Bogor, kerja sama mencakup pengaturan lalu lintas dan penataan UMKM di sekitar stasiun.
Baca Juga
Surat Dakwaan Ungkap Eks Pejabat Kemenhub Minta Fee 5% ke Anak Usaha KAI
Direktur Utama (Dirut) KAI, Bobby Rasyidin menyatakan, pengembangan kawasan Stasiun Bogor mengusung tiga konsep utama, yaitu konektivitas, identitas, dan spasialitas.
"Bogor dan Kabupaten Bogor memiliki jumlah penduduk sekitar 6,9 juta jiwa dengan mobilitas masyarakat yang tinggi menuju Jakarta dan kawasan sekitarnya. Sekitar 130.000 masyarakat per hari dilayani oleh KRL dari wilayah Bogor. Karena itu, pengembangan kawasan stasiun perlu memperkuat konektivitas antara kereta api, transportasi lanjutan, dan aktivitas masyarakat," kata Bobby dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (8/9/2026).
Berdasarkan catatan KAI, layanan KRL atau commuterline lintas Bogor melayani 105.704.913 pengguna sepanjang Januari-Agustus 2026, dengan rata-rata sekitar 435.000 pengguna per hari. Pada 2025, Bogor Line mencatat 155 juta perjalanan pengguna.
Dalam pengembangan kawasan Stasiun Bogor, kata Bobby, KAI akan melakukan identifikasi dan inventarisasi data, penyusunan kajian, pengembangan kawasan, integrasi antarmoda, penyediaan aksesibilitas pengguna layanan, serta penataan fasilitas pendukung kawasan stasiun.
Lebih lanjut, KAI telah melakukan peningkatan kapasitas dan fasilitas layanan pelanggan di Stasiun Bogor. Pengembangan peron 6, 7, dan 8 telah meningkatkan kapasitas pelayanan sekitar 30% dibandingkan sebelumnya.
Integrasi Access by KAI dan Gojek-GoPay
Selain penataan kawasan, KAI menggandeng Gojek dan GoPay untuk memperkuat layanan mobilitas digital.
Kerja sama tersebut mencakup perluasan titik jemput GoRide Instant dan GoCar Instant, pemanfaatan GoPay sebagai solusi pembayaran digital di ekosistem KAI Group, serta penjajakan pemanfaatan teknologi Gojek dan GoPay untuk aplikasi Access by KAI.
Pemanfaatan teknologi tersebut juga dijajaki untuk berbagai layanan dan entitas usaha di bawah KAI Group, termasuk KAI Logistik dan KAI Services.
Chief of Partnership GOTO, Henky Prihatna mengungkapkan, Gojek telah menghadirkan titik jemput GoRide dan GoCar Instant di 37 stasiun, termasuk Stasiun Bogor.
"Gojek turut menjadi bagian dengan menghadirkan titik jemput GoRide dan GoCar Instant di 37 stasiun, termasuk di Stasiun Bogor. Kami berharap ini dapat membuat perjalanan masyarakat semakin mudah dan nyaman dari rumah ke stasiun, melanjutkan perjalanan dengan kereta, hingga sampai ke tujuan," ujar Henky.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, penataan kawasan Stasiun Bogor akan tetap memperhatikan nilai sejarah kawasan tersebut.
"Stasiun Bogor memiliki nilai sejarah yang sangat kuat bagi Kota Bogor. Penataan kawasan ini menjadi kesempatan untuk menghadirkan kawasan yang lebih tertata dengan tetap mempertahankan karakter sejarahnya," tutur Dedie.
Pemerintah Kota Bogor berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan KAI dalam penataan kawasan sekitar stasiun, termasuk pengelolaan lalu lintas, penataan pedagang kaki lima (PKL), dan pengembangan ruang publik.
