Peron Baru Stasiun Bogor Hampir Rampung, KAI Bidik 88.000 Penumpang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menargetkan pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor dapat beroperasi pada semester II 2026 setelah seluruh pekerjaan konstruksi dan tahapan pengujian selesai dilakukan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menyatakan, progres pembangunan saat ini berjalan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan dan dapat diuji cobakan pada Juli mendatang.
"Kita justru lebih cepat dari target. Jadi (peron) 6, 7, dan 8 terakhir tanggal 1 Juni (2026) kemarin bersama dengan Pak Dirut (Bobby Rasyidin). Kita upayakan nanti Juli itu sudah selesai di angka 90% lebih sehingga kita bisa memaksimalkan 6, 7, 8 ini untuk peningkatan kapasitasnya bisa sampai 88.000 (penumpang)," kata Anne di Hotel Raffles Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga
KAI Pastikan Sisa PMN Rp 1,055 Triliun Terserap September 2026
Meski demikian, Anne menegaskan operasional peron baru tidak dapat langsung dilakukan setelah konstruksi selesai karena masih harus melalui serangkaian pengujian keselamatan sesuai ketentuan prasarana perkeretaapian.
"Begini, kalau namanya prasarana perkeretaapian itu setelah selesai pasti diuji dulu. Ada safety induction dulu. Setelah semuanya clear baru kita menginformasikan tanggalnya. Tapi target penyelesaiannya kita usahakan di semester II (2026) ini sudah selesai," ujarnya.
Pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor dimulai sejak 15 April 2026 dan ditargetkan selesai pada Juli 2026. Proyek tersebut dilakukan untuk mendukung operasional rangkaian commuter line 12 kereta (SF 12) yang memiliki kapasitas angkut lebih besar dibandingkan rangkaian yang saat ini beroperasi.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin sebelumnya menyatakan, percepatan pekerjaan menjadi langkah penting untuk mengakomodasi pertumbuhan mobilitas penumpang di koridor Bogor Line.
Baca Juga
KAI Komitmen Pesan 30 'Trainset' KRL Baru ke Inka, Pabrik Kereta Banyuwangi Dioptimalkan
Perseroan mencatat volume pelanggan Bogor Line terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, jumlah pelanggan mencapai 155 juta orang, naik dari 145,9 juta pelanggan pada 2024. Hingga April 2026, volume pelanggan Bogor Line telah mencapai 51,8 juta orang.
Melalui pengoperasian peron jalur 6, 7, dan 8 yang diperpanjang, KAI membidik kapasitas layanan di Stasiun Bogor dapat meningkat sehingga mampu melayani hingga 88.000 penumpang. Selain perpanjangan peron, pengembangan juga mencakup pembangunan kanopi baru yang terhubung dengan area selasar stasiun untuk mendukung kenyamanan pelanggan.

