SPHP Ganti Nama Jadi "Beras Kita Medium", Diluncurkan 20 Oktober 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas menyebutkan, pemerintah akan mengganti merek beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi Beras Kita Medium. Produk dengan kemasan atau rebranding baru tersebut dijadwalkan diluncurkan pada 20 Oktober 2026.
"Ini nanti akan diluncurkan kemasan baru sekarang. Ya, SPHP itu diganti namanya "Beras Kita". Nah, kan bagus ya?" ucap Zulhas saat konferensi pers di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).
Baca Juga
Bapanas: Realisasi Distribusi Beras SPHP Capai 678.870 Ton, Meningkat 274%
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, perubahan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat identitas beras pemerintah sekaligus membuat produk Bulog lebih mampu bersaing dengan beras produksi swasta di pasar.
"Namun bahasa SPHP-nya juga masih ada di bawah, yaitu Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, tapi dibuat yang lebih kecil. Tujuan perubahan ini adalah yang pertama, untuk bersaing dengan produk-produk swasta karena dengan mengubah kemasan ini lebih eye-catching dan lebih bisa bersaing dengan swasta," papar Rizal.
Selain memperbarui tampilan kemasan, Bulog juga berkomitmen meningkatkan mutu beras yang dijual kepada masyarakat. Menurut Rizal, perubahan tersebut tidak hanya berfokus pada tampilan produk.
"Namun isinya juga diperintahkan untuk ditingkatkan. Nah ini kami sudah komitmen dengan seluruh jajaran untuk meningkatkan mutu dan pelayanan kepada masyarakat," imbuhnya.
Baca Juga
Paceklik Ancam Harga dan Pasokan Beras, Pemerintah Bakal Gelontorkan 1 Juta Ton SPHP
Tak hanya itu, Perum Bulog juga menyiapkan Beras Kita Premium sebagai identitas baru untuk beras premium yang dipasarkan perusahaan. Namun, Rizal menegaskan bahwa Beras Kita Premium tidak mendapatkan subsidi pemerintah karena subsidi hanya diberikan untuk beras medium dalam program SPHP.
"Kalau yang mendapat subsidi adalah beras medium, yang beras premium tidak ada subsidinya," ungkap Rizal.
