Kuliah Enggak Cuma di Kelas, Mahasiswa Tarakan Belajar Proyek Seismik Bareng Elnusa (ELSA)
Poin Penting
|
TARAKAN, Investortrust.id - PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, menggelar program CSR Elnusa Mengajar bagi mahasiswa Universitas Borneo Tarakan pada Jumat (4/9/2026). Kegiatan bertajuk "Upskilling Pendataan Fisik Bangunan Survey Seismik 3D Mangatal Juata" tersebut dirancang untuk memperkuat keterampilan mahasiswa sekaligus memperkenalkan praktik kerja di industri energi.
Elnusa mengembangkan program tersebut dengan mengusung tagline “Belajar Hari Ini, Siap Menghadapi Masa Depan”. Pendekatan itu diarahkan untuk memperkuat kapasitas generasi muda melalui transfer pengetahuan, pengenalan teknologi dan kebutuhan kompetensi di industri energi.
Kegiatan tersebut juga digelar menjelang Hari Ulang Tahun ke-57 Elnusa pada 9 September 2026. Mengusung tema “Rediscover, Innovate, Elevate”, perusahaan menjadikan momentum tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat inovasi, kemampuan beradaptasi, serta kontribusi kepada masyarakat dan generasi muda.
Baca Juga
Elnusa (ELSA) Tingkatkan Kapabilitas 'Geoscience' dan 'Reservoir Services'
Senior Manager Corporate Communication & Relation Elnusa Jayanty Oktavia Maulina mengatakan setiap proyek perusahaan diupayakan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
"Kami juga ingin memastikan kehadiran perusahaan memberikan nilai tambah melalui berbagi pengetahuan, penguatan kapasitas, dan pembukaan wawasan bagi generasi muda. Kami percaya bahwa kesempatan belajar dan pengalaman langsung dari dunia industri dapat menjadi bekal berharga bagi mereka dalam menghadapi masa depan," ujar Jayanty dikutip Minggu (6/9/2026).
Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan dasar-dasar survei seismik 3D serta proses pendataan fisik bangunan yang menjadi salah satu tahapan dalam persiapan proyek. Survey seismik 3D merupakan metode pemetaan bawah permukaan bumi menggunakan gelombang seismik untuk memperoleh gambaran struktur geologi.
Mahasiswa juga mendapat pemahaman mengenai peran tim community relations atau tim yang menangani hubungan perusahaan dengan masyarakat. Tim tersebut berperan membangun komunikasi, memfasilitasi pendataan, serta mendukung kelancaran proyek sejak tahap persiapan hingga pekerjaan selesai.
Pembelajaran kemudian diperluas melalui pengenalan aplikasi Comrelasi. Platform digital tersebut digunakan untuk mendukung pengelolaan data dan aktivitas hubungan masyarakat di wilayah operasi.
Dorong Kesiapan Talenta Muda
Program tersebut juga sejalan dengan Vokasi Energi dan Generasi Siap Kerja yang menjadi bagian dari Pilar Edukasi Elnusa Mengajar. Program ini memperkenalkan industri energi, teknologi, HSSE, serta kompetensi yang dibutuhkan di dunia profesional.
Melalui pembelajaran berbasis praktik, mahasiswa memperoleh gambaran lebih luas mengenai kolaborasi berbagai fungsi dalam industri energi. Keterampilan teknis, penggunaan teknologi digital, komunikasi, dan keselamatan kerja saling berperan dalam pelaksanaan proyek.
Baca Juga
Perluas Pasar di Luar Pertamina, Elnusa (ELSA) Garap Proyek Seismik 3D Seluas 150 Km² di Sumsel
Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan metode pembelajaran tersebut memberikan perubahan pada pemahaman peserta. Sebanyak 80% peserta mengalami peningkatan nilai post-test, sedangkan 80% peserta mampu memahami praktik penggunaan aplikasi yang diperkenalkan selama pelatihan.
"Kami memandang masyarakat sebagai mitra penting dalam perjalanan bisnis perusahaan. Karena itu, kami ingin memastikan setiap kehadiran Elnusa juga membuka ruang untuk belajar bersama, berbagi pengalaman, dan memperkenalkan berbagai peluang yang dapat menginspirasi generasi muda. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memperluas wawasan serta mendorong lahirnya talenta-talenta muda yang siap berkontribusi bagi masa depan industri energi Indonesia," tambah Jayanty.
Elnusa mengembangkan kontribusi sosial di wilayah operasinya melalui pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik daerah. Kolaborasi dengan perguruan tinggi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengenal kebutuhan dunia kerja sebelum memasuki lingkungan profesional. Melalui interaksi dengan praktisi, peserta dapat memperoleh gambaran mengenai proses kerja, kompetensi yang dibutuhkan, serta tantangan yang dihadapi industri energi.
