Pemerintah Kembangkan Budidaya Ikan Darat di 4.000 Lokasi untuk Suplai MBG
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah terus mempercepat pemenuhan gizi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui perluasan program Budidaya Ikan Darat Tematik. Pada tahun 2026, program ini ditargetkan mampu menjangkau 4.000 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menyampaikan bahwa langkah ekspansif ini dikembangkan guna menyokong kebutuhan pasokan pangan bagi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
"Program Budidaya Ikan Darat Tematik bertujuan memenuhi kebutuhan ikan konsumsi domestik, sekaligus mendukung salah satu program prioritas Presiden, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG)," ujar Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Program yang diinisiasi sejak 2025 di 100 titik wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur ini kini diperluas secara terukur melalui tahapan pengusulan, verifikasi lahan, penetapan penerima, hingga pendampingan pemasaran.
Baca Juga
Pemerintah Siapkan Modal Rp 171,7 Triliun Buat Program Prioritas Sektor Kelautan dan Perikanan
Untuk eksekusi di tahun 2026, pemerintah memfokuskan budidaya pada dua komoditas utama, yakni ikan lele dan nila. Kedua jenis ikan ini dipilih karena proses pemeliharaannya yang relatif singkat, permintaan pasar yang tinggi, serta fleksibilitasnya untuk dikembangkan di lahan terbatas.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah menerapkan teknologi bioflok guna meningkatkan efisiensi dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
"Teknologi ini mampu menghemat penggunaan air, mengoptimalkan pemanfaatan pakan, meningkatkan produktivitas, sekaligus mendukung praktik budidaya yang ramah lingkungan," jelas Qodari.
Meski berfokus pada lele dan nila, pemerintah tetap membuka peluang pengembangan komoditas air tawar lain seperti patin, gurami, hingga ikan mas sesuai dengan karakteristik dan potensi lokal daerah masing-masing.
Selain mendorong angka produksi, program ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok lokal yang menghubungkan langsung para pembudidaya tingkat desa dengan ekosistem konsumen.
Hasil panen budidaya nantinya disalurkan melalui koperasi atau lembaga pengelola ke berbagai rantai distribusi utama, mulai dari pasar tradisional, pelaku usaha pengolahan, rumah makan, jaringan ritel, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Melalui integrasi hulu ke hilir ini, pemerintah optimistis program Budidaya Ikan Darat Tematik tidak hanya menjamin ketercukupan asupan protein masyarakat, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan roda perekonomian di tingkat desa.
