1.002 Huntap Selesai, Pemerintah Kejar 24.604 Unit hingga 2027
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan, sebanyak 1.002 unit hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra telah selesai dibangun hingga Rabu (2/9/2026).
"Tadi sudah saya paparkan di Sumatra Barat, Sumatra Utara, Aceh, itu sudah 1.002 (huntap) yang sudah selesai per hari ini," kata Ara, sapaan Maruarar, seusai rapat kerja (raker) dengan Komisi V DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Baca Juga
153 Huntap Pascabencana Sumatra Dibidik Rampung Sebelum Lebaran
Menurutnya, pemerintah mempercepat pembangunan huntap dengan melibatkan berbagai pihak melalui mekanisme gotong royong. Dengan demikian, pemerintah tinggal membangun sisanya, yakni sebanyak 24.604 huntap hingga 2027 mendatang.
Ara menegaskan, Kementerian PKP tidak bertindak sebagai kontraktor, pengembang, pemasok, maupun konsultan dalam pembangunan tersebut. "Saya kan tanya apa adanya sama KPK, polisi. Karena kita tidak jadi kontraktor, kita tidak jadi developer, kita tidak jadi supplier, kita tidak jadi konsultan. Apa yang kita lakukan? Kita bergotong royong," katanya menambahkan.
Maruarar menekankan, percepatan pembangunan huntap dilakukan agar masyarakat terdampak bencana tidak terlalu lama tinggal di pengungsian. "Coba lihat huntap tuh tadi, 1.002 (unit) sudah terbangun di Sumatra, ya kan. Kasihan kan rakyat kalau tinggal di pengungsian terus. Jadi kita melakukan langkah-langkah begitu," tegasnya.
Sebelumnya, Kementerian PKP menargetkan pembangunan 25.606 unit huntap pascabencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) hingga 2027. Dari total tersebut, sebanyak 7.952 unit ditargetkan dibangun pada 2026 dengan tambahan anggaran sekitar Rp 2,219 triliun.
Secara keseluruhan, Aceh mendapatkan alokasi terbesar sebanyak 20.647 unit huntap hingga 2027. Rinciannya, 6.220 unit pada 2026 dan 14.427 unit pada 2027.
Sementara Sumut mendapatkan alokasi 919 unit pada 2026 dan 2.788 unit pada 2027. Adapun Sumbar mendapatkan 813 unit pada 2026 dan 439 unit pada 2027.
Untuk 2026, total anggaran pembangunan 7.952 unit huntap di tiga provinsi tersebut mencapai Rp 2,339 triliun. Anggaran itu terdiri dari Rp 1,819 triliun untuk Aceh, Rp 299,38 miliar untuk Sumut, dan Rp 220,51 miliar untuk Sumbar. Adapun pada 2027, pemerintah mengalokasikan Rp 5,067 triliun untuk pembangunan 17.654 unit huntap.
Baca Juga
Pemerintah Siapkan Rp 7,4 Triliun untuk 25.606 Huntap di Sumatra
Maruarar menyampaikan, pemerintah telah menyiapkan pembangunan 500 huntap di Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun, pembangunan belum dapat dilakukan karena masih menunggu kondisi kegempaan berdasarkan rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Dikatakan Ara, setelah kondisi wilayah dinyatakan sudah aman, Kementerian PKP akan melanjutkan persiapan pembangunan dengan pemerintah daerah, termasuk penyediaan lahan dan akses jalan. "Nanti begitu selesai, siapkan gubernur lahannya, bupati lahannya, jalan, begitu," katanya.
Ia menambahkan, pembiayaan pembangunan perumahan pascabencana dilakukan melalui berbagai sumber, termasuk APBN, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dan gotong royong. "Jadi ada APBN, ada CSR, ada gotong royong, semua kita jalankan," tutur Maruarar.
