Peregrine Ekspansi ke RI Gandeng Sinar Primera, Ada Proyek 'Cold Storage' Pluit dan Narogong
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Peregrine Cold Logistics, platform cold storage dan logistik terintegrasi di Asia, memperluas bisnis ke Indonesia melalui perusahaan patungan dengan Sinar Primera, pengembang properti sektor new economy di Indonesia. Ekspansi ini mencakup akuisisi fasilitas cold storage di Pluit, Jakarta Utara serta pengembangan fasilitas baru di Narogong, Kabuoaten Bogor untuk memperkuat infrastruktur rantai dingin di pasar Indonesia.
“Ekspansi kami ke Indonesia merupakan tonggak penting dalam strategi Peregrine untuk membangun platform cold chain internasional yang terintegrasi. Melalui kemitraan dengan Sinar Primera, kami menggabungkan pemahaman yang kuat terhadap pasar lokal dan infrastruktur yang telah tersedia dengan pengalaman operasional internasional serta jaringan pelanggan Peregrine,” kata Co-Founder dan CEO Peregrine Cold Logistics Jeff Hogarth saat penandatangana kerja sama Peregrine Cold Logistics dan Sinar Primera di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Ekspansi ke Indonesia melengkapi platform cold chain Peregrine yang sebelumnya telah beroperasi di Filipina. Perusahaan juga mengembangkan jaringan terintegrasi yang menghubungkan pasar dengan pertumbuhan tinggi di kawasan Asia Tenggara dan Gulf Cooperation Council (GCC).
Indonesia menjadi salah satu pasar strategis karena merupakan perekonomian terbesar di Asia Tenggara. Pertumbuhan pendapatan masyarakat, urbanisasi, serta perkembangan industri pangan dan ritel mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur rantai dingin yang memiliki kapasitas dan standar operasional lebih tinggi.
Baca Juga
Layanan Logistik dan Cold Storage Pelindo Solusi Logistik Raih Sertifikasi Halal
Peregrine memproyeksikan Indonesia menjadi bagian penting dalam jaringan regional perusahaan. Jaringan tersebut akan menghubungkan produsen pangan, importir dan eksportir, perusahaan fast-moving consumer goods (FMCG), serta jaringan quick-service restaurant (QSR) dengan ekosistem rantai pasok di berbagai wilayah Indonesia.
Fasilitas Sinar Primera di Pluit memiliki posisi strategis untuk melayani pelanggan di kawasan Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari tahap awal ekspansi Peregrine di pasar Indonesia.
Sementara itu, fasilitas baru yang akan dikembangkan di Narogong akan dilengkapi kapasitas freezer dan chiller semi-otomatis yang mengacu pada standar global. Fasilitas tersebut juga akan menjadi salah satu titik utama dalam model operasional hub-and-spoke, yakni sistem distribusi yang menghubungkan pusat penyimpanan dengan sejumlah titik layanan.
Menurut Jeff Hogarth, Peregrine tidak hanya mengejar tambahan kapasitas cold storage di Indonesia. Perusahaan juga ingin menghubungkan pasar Indonesia dengan jaringan ASEAN dan GCC yang lebih luas.
“Dengan demikian, kami dapat menghadirkan solusi logistik yang semakin terintegrasi bagi pelanggan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang di kawasan,” ujarnya.
Sinar Primera Perkuat Infrastruktur Lokal
Melalui perusahaan patungan tersebut, Sinar Primera akan membawa pemahaman terhadap pasar lokal, akses terhadap lahan, serta kemampuan eksekusi proyek di Indonesia. Sementara Peregrine akan melengkapi kemitraan dengan jaringan cold chain global, pengalaman operasional internasional, hubungan pelanggan, serta standar kualitas dan operasional.
Group Head Sinar Primera Hong Kah Jin mengatakan kemitraan dengan Peregrine akan menggabungkan pengalaman perusahaan di bidang rantai dingin dengan kemampuan Sinar Primera dalam mengeksekusi proyek di pasar lokal.
“Kami sangat senang dapat menjalin kerja sama dengan Peregrine, dengan menggabungkan keahlian mereka yang telah terbukti di bidang rantai dingin atau cold chain serta jaringan klien internasional yang luas, dengan kemampuan kami dalam mengeksekusi pasar lokal dan menyediakan infrastruktur berkualitas,” kata Hong.
Menurut dia, kerja sama tersebut diarahkan untuk menjawab peningkatan kebutuhan infrastruktur berpengendali suhu di Indonesia. Kebutuhan tersebut juga dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Baca Juga
Prabowo Siapkan 5.000 Desa Nelayan, Lengkap dengan SPBU hingga 'Cold Storage'
“Kami berkomitmen memenuhi kebutuhan infrastruktur berpengendali suhu yang terus meningkat di Indonesia, sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kami berupaya memberikan layanan terbaik di kelasnya kepada pelanggan serta menetapkan standar baru dalam keamanan pangan, ketahanan pasokan pangan, dan kualitas pangan yang berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya.
Peregrine yang berkantor pusat di Singapura, merupakan platform cold chain yang didukung Stonepeak, perusahaan investasi alternatif yang berfokus pada infrastruktur dan aset riil. Peregrine mengembangkan dan mengoperasikan infrastruktur logistik modern dengan pengendalian suhu di kawasan Asia Pasifik dan GCC.
