APPMBGI Bangun Gudang Pangan dan Cold Storage demi Program Makan Bergizi Gratis
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Dalam upaya menjadikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai fondasi jangka panjang bagi ketahanan pangan nasional dan pembangunan sumber daya manusia berkualitas, Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) tengah merancang pembangunan infrastruktur logistik yang komprehensif.
Ini mencakup gudang pangan dan cold storage (ruang pendingin) di berbagai wilayah sentra produksi pangan, didukung oleh MBG Command and Control Center sebagai pusat kendali digital. Ketua Umum APPMBGI Abdul Rivai Ras menyebutkan, keberhasilan program MBG tidak cukup hanya pada penyajian makanan bergizi di dapur, melainkan harus dibangun di atas fondasi logistik yang tangguh, higienis, dan berbasis prinsip keberlanjutan.
“Program MBG adalah proyek strategis nasional yang menyentuh jutaan anak bangsa. Untuk itu, kita tidak boleh hanya mengandalkan pendekatan konvensional. Kita perlu menerapkan konsep food supply chain management yang terintegrasi, di mana cold chain logistics menjadi elemen krusial untuk meminimalkan food loss, menjaga kualitas gizi, serta mewujudkan sistem pangan yang resilien di tengah tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).
Menurutnya, penguatan infrastruktur ini sejalan dengan pemikiran teoritis ketahanan pangan modern yang menekankan bahwa keamanan pangan (food security) bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga aksesibilitas, stabilitas pasokan, dan pemanfaatan nutrisi yang optimal, sebagaimana kerangka empat pilar FAO yang diperkaya dengan dimensi keberlanjutan dan ketahanan terhadap gangguan iklim serta disrupsi rantai pasok.
APPMBGI memprioritaskan pembangunan gudang pangan dan cold storage di wilayah-wilayah sentra produksi bahan pangan utama, seperti sentra perikanan, hortikultura, dan pertanian. Tujuannya adalah menjaga kesegaran bahan baku, terutama produk mudah rusak seperti ikan segar, sayuran, dan buah sebelum diolah di ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Fasilitas cold storage ini akan menerapkan cold chain logistics yang terkontrol suhu, sehingga dapat memperpanjang masa simpan bahan pangan, mengurangi post-harvest loss yang di Indonesia masih cukup tinggi, serta menjamin standar keamanan pangan dan mutu gizi yang konsisten dari hulu hingga hilir(farm-to-table atau ocean-to-table).
Baca Juga
Bertemu Zulhas, APPMBGI dan Kemenko Pangan Sepakat Perkuat Kemitraan Dukung MBG
Selain infrastruktur fisik, APPMBGI juga mengembangkan MBG Command and Control Center. Pusat kendali ini akan berfungsi sebagai sistem monitoring real-time yang mengintegrasikan data stok gudang, distribusi bahan baku, kualitas, serta supervisi operasional dapur di seluruh Indonesia.
Dengan pendekatan ini, APPMBGI ingin membangun sistemlogistik yang transparan, responsif, dan berbasis data, yang merupakan elemen penting dalam manajemen rantai pasokpangan berkelanjutan di era industri 4.0. Inisiatif ini mendorong koordinasi yang lebih erat antara pemasok lokal (petani, nelayan, dan UMKM), operator dapur MBG, serta pelaku usaha daerah.
“Dengan infrastruktur yang kuat, kita dapat memaksimalkanpenyerapan produk lokal, memberdayakan petani dan nelayan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan tertentu. Ini adalah wujud nyata bagaimana program MBG dapatmenjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi inklusif sekaligus instrumen ketahanan pangan nasional,” tambah Abdul Rivai.
Langkah pembangunan gudang pangan, cold storage, dan command center ini merupakan bagian dari visi jangka panjang APPMBGI untuk menjadikan MBG bukan sekadar program bantuan sementara, melainkan ekosistem pangan nasional yang solid, adaptif terhadap perubahan iklim, dan mampu mendukungtarget Indonesia Emas 2045.
“Kita tidak sedang sekadar membangun dapur atau gudang. Kita sedang merancang fondasi peradaban pangan Indonesia yang tangguh, di mana setiap anak mendapatkan nutrisi optimal, petani dan nelayan sejahtera, lingkungan terjaga, dan negara memiliki kedaulatan pangan yang sesungguhnya,” pungkasnya.

