ESDM Usulkan ICP 2027 US$ 75, Lifting Minyak Ditargetkan 612.500 BOPD
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) sebesar US$ 75 per barel dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Asumsi tersebut disusun di tengah ketidakpastian geopolitik dan pergerakan harga minyak dunia yang sulit diprediksi.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan dinamika global, termasuk perang dan konflik geopolitik, masih menjadi faktor yang dapat memengaruhi harga minyak dunia. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu menggunakan asumsi yang dinilai realistis dalam penyusunan RAPBN 2027.
Baca Juga
AS Serang Pulau Larak di Selat Hormuz, Minyak Brent Kembali Tembus US$ 90
“Dinamika global, perang, masih belum bisa kita prediksi kapan selesai, dan harga minyak dunia ini saya menganalogikan seperti penyakit malaria. Pagi sembuh, sore bisa bangkit lagi penyakitnya. Jadi kita tidak pernah tahu,” ujar Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Untuk itu, pemerintah menetapkan asumsi ICP sebesar US$ 75 per barel dalam Nota Keuangan RAPBN 2027. Asumsi tersebut menjadi salah satu dasar dalam menetapkan target produksi dan penerimaan sektor migas tahun depan.
Dengan asumsi tersebut, pemerintah mengusulkan target lifting minyak dan gas bumi sebesar 1,64 juta barel setara minyak per hari (BOEPD) pada 2027. Target tersebut terdiri atas lifting minyak bumi sekitar 612.500 barel per hari (BOPD) dan lifting gas bumi sebesar 954.000 BOEPD.
“Sesuai dengan Nota Keuangan dan memperhatikan dari Januari sampai dengan Juli tahun 2026, lifting minyak dan gas bumi pada RAPBN tahun 2027 diusulkan sebesar 1,64 juta barel setara minyak per hari (BOEPD),” tutur Bahlil.
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, pemerintah mengalokasikan kebutuhan cost recovery sebesar US$ 10,1 miliar. Penyusunan target lifting juga mempertimbangkan realisasi produksi hingga Juli 2026 serta kondisi sektor hulu migas nasional.
Baca Juga
Produksi Minyak Baru 578.156 BOPD, ESDM Ungkap 3 Biang Kerok Penghambat Target 2026
Sebelumnya, hingga 31 Juli 2026, rata-rata produksi minyak nasional tercatat sebesar 578.156 BOPD. Pemerintah masih menghadapi sejumlah tantangan produksi, antara lain gangguan di Blok Rokan serta natural decline yang cukup signifikan di Blok Cepu.
Pemerintah pun terus mendorong optimalisasi lapangan eksisting dan berbagai langkah peningkatan produksi untuk menjaga capaian lifting nasional. Upaya tersebut menjadi penting mengingat target 612.500 BOPD pada 2027 lebih tinggi dibandingkan rata-rata produksi minyak hingga Juli 2026.
Selain lifting minyak, peningkatan produksi gas juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat pasokan energi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.
