SKK Migas Bidik 'Lifting' Minyak 612.500 BOPD pada 2027, Andalkan Pengeboran hingga Proyek EnI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) optimistis kinerja produksi minyak dan gas (migas) nasional akan membaik pada 2027. Lifting minyak nasional akan berada di kisaran 610.000-615.000 barrel oil per day (BOPD), dengan target moderat sebesar 612.500 BOPD.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan proyeksi tersebut disusun berdasarkan sejumlah program peningkatan produksi yang akan dijalankan oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), mulai pengeboran sumur baru, kegiatan workover, well service, hingga tambahan produksi dari proyek-proyek baru yang mulai beroperasi.
Baca Juga
“Untuk lifting minyak 2027 kami cukup optimistis di antara 610.000 sampai 615.000 BOPD atau sekitar di tengah-tengahnya 612.500 BOPD,” ujar Djoko Siswanto dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Djoko menjelaskan, kontribusi terbesar masih berasal dari lapangan-lapangan eksisting yang diperkirakan mampu mempertahankan produksi sekitar 491.000 BOPD pada tahun depan. Selain itu, tambahan produksi diperkirakan berasal dari aktivitas pengeboran yang ditargetkan menyumbang sekitar 31.500 BOPD.
Sementara kegiatan workover diproyeksikan memberikan tambahan produksi sekitar 12.000 BOPD dan well service sekitar 45.000 BOPD. SKK Migas juga mengandalkan tambahan produksi dari proyek natural gas liquid (NGL) yang diperkirakan mencapai 33.000 BOPD. “Bulan ini insyaallah akan diresmikan proyek NGL di Cilamaya dan di Jawa Timur yang juga menghasilkan kondensat dan NGL,” kata Djoko.
Menurut dia, beroperasinya fasilitas tersebut akan memberikan tambahan kontribusi penting terhadap produksi hidrokarbon nasional sekaligus memperkuat pasokan energi domestik.
Tak hanya minyak, SKK Migas juga memproyeksikan kinerja produksi gas bumi meningkat pada 2027. Meskipun lapangan-lapangan eksisting masih mengalami penurunan alamiah (natural decline), tambahan produksi dari proyek-proyek baru diyakini mampu menahan laju penurunan tersebut.
Djoko menjelaskan produksi gas dari lapangan eksisting diperkirakan turun dari sekitar 5.400 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) menjadi 4.985 MMSCFD pada 2027.
Baca Juga
Pemerintah Buka Keran Impor Minyak untuk Lemigas lewat Perpres 26/2026
Kendati demikian, penurunan tersebut akan dikompensasi oleh tambahan produksi dari aktivitas pengeboran, workover, dan well service, termasuk kontribusi dari sejumlah temuan gas besar yang tengah dikembangkan oleh Eni di Indonesia. “Untuk gas, dari pengeboran insyaallah Eni akan cukup banyak menghasilkan produksi dari discovery yang saat ini,” ujar Djoko.
Dengan tambahan produksi tersebut, total produksi gas nasional pada 2027 diproyeksikan mencapai sekitar 5.469 MMSCFD atau lebih tinggi dibandingkan proyeksi tahun sebelumnya.

