IndoEBTKE ConEx 2026 Kembali Digelar, Proyek EBTKE Didorong Masuk Tahap Eksekusi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pengembangan energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE) di Indonesia mulai memasuki fase yang lebih menantang, yakni memastikan berbagai proyek yang telah dirancang dapat benar-benar terealisasi. Momentum tersebut menjadi salah satu fokus The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 yang akan digelar pada 2-4 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Forum yang digelar Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) bersama Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI) serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal EBTKE itu mengangkat tema “Indonesia Renewable Energy Acceleration: Executing Strategic Projects, Unlocking Investment, Building Resilience.”
Ketua Umum METI Norman Ginting mengatakan tantangan pengembangan energi terbarukan saat ini bukan lagi sebatas menemukan potensi, tetapi bagaimana proyek yang sudah dikembangkan dapat bergerak menuju konstruksi dan operasi.
“Banyak proyek energi terbarukan anggota METI kini bergerak menuju konstruksi dan operasi. IndoEBTKE ConEx 2026 kami jadikan ruang temu antara pengembang, penyedia teknologi, dan pengambil kebijakan untuk mempercepat realisasi proyek tersebut,” ujar Norman, Senin (31/8/2026).
Menurut dia, forum tersebut akan mempertemukan pemerintah, pengembang proyek, penyedia teknologi, investor, akademisi hingga mitra pembangunan dari berbagai negara. Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka jalan bagi penyelesaian berbagai tantangan yang masih menghambat eksekusi proyek EBTKE.
Dari sisi konservasi energi, Ketua Umum MASKEEI Andhika Prastawa mengatakan efisiensi energi juga memiliki posisi penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Salah satu pendekatan yang didorong adalah Energy Efficiency as a Service untuk memperluas penggunaan teknologi hemat energi di sektor industri dan komersial.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal METI sekaligus Ketua Panitia Pelaksana IndoEBTKE ConEx 2026 Elvi Nasution menyampaikan akses pembiayaan menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat agar proyek energi bersih dapat bergerak lebih cepat.
“Melalui The 12th IndoEBTKE ConEx 2026, kami mempertemukan pengembang proyek dengan lembaga keuangan nasional dan internasional, agar aliran investasi hijau ke Indonesia semakin deras dan tepat sasaran,” jelas Elvi.
IndoEBTKE ConEx 2026 juga akan menyediakan ruang khusus bagi pertemuan bisnis melalui networking hub. Fasilitas ini mempertemukan pengembang proyek secara langsung dengan calon investor dan mitra pembiayaan, sehingga forum tidak berhenti pada diskusi kebijakan, tetapi diarahkan pada peluang transaksi dan realisasi proyek.
Selain agenda konferensi, penyelenggara menyiapkan enam sesi plenary dan 12 sesi breakout. Area pameran juga akan menampilkan berbagai teknologi energi surya, angin, bioenergi, panas bumi, penyimpanan energi berbasis baterai, hingga solusi efisiensi energi dari peserta dalam dan luar negeri.
Dengan dukungan pemerintah, pelaku usaha, lembaga pembiayaan dan mitra internasional, IndoEBTKE ConEx 2026 diarahkan menjadi wadah untuk mempertemukan kebijakan dengan proyek dan investasi. Fokus tersebut sekaligus memperkuat peran forum sebagai salah satu ruang kolaborasi pengembangan energi bersih Indonesia dan kawasan ASEAN.
