Gubernur Iqbal Bidik 'Private Equity' Qatar Masuk NTB
Poin Penting
|
MATARAM, investortrust.id - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal menjajaki peluang masuknya modal swasta Qatar, termasuk privateequity ke wilayah NTB.
Hal itu disampaikannya setelah bertemu Duta Besar (Dubes) Qatar untuk Indonesia Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari di Kantor Gubernur NTB, Jumat (28/8/2026).
Iqbal mengungkap pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk memaparkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki NTB. Menurutnya, terdapat sejumlah sektor di NTB yang juga diminati Qatar.
"Tadi saya sampaikan berbagai potensi yang ada di NTB untuk Qatar. Beliau kaget begitu tahu begitu banyak potensi yang kita miliki, di mana Qatar juga tertarik di sektor-sektor tersebut," kata Iqbal dalam keterangannya, dikutip Sabtu (29/8/2026).
Baca Juga
Resmikan Bendungan Meninting, Prabowo: Saya Masih Utang Banyak kepada Rakyat NTB
Iqbal menambahkan, peluang kerja sama tidak hanya diarahkan pada hubungan antarpemerintah, tetapi juga sektor swasta.
"Tidak terbatas pada negara dengan negara, tapi juga antara privat sama privat, termasuk privateequity yang ada dari Qatar bisa masuk ke NTB," ujarnya.
Selain investasi, lanjut Iqbal, pembicaraan dengan Dubes Qatar juga mencakup sejumlah agenda pengembangan pelabuhan yang dicanangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB.
Salah satunya terkait konektivitas antarpelabuhan melalui program port-to-port untuk memperlancar distribusi komoditas. "Bahkan port-to-port tadi kita bahas dengan beliau tadi," ungkap Iqbal.
Baca Juga
Pertemuan tersebut juga membahas pengembangan sumber daya manusia, termasuk pendidikan vokasi melalui sekolah menengah kejuruan (SMK) serta peluang tenaga kerja NTB untuk mengakses pasar kerja Qatar.
Iqbal turut menyampaikan, pertemuan dengan Al-Dosari berlangsung dalam dua kesempatan dengan total waktu hampir lima jam. Diskusi informal berlangsung hampir tiga jam pada Kamis (27/8/2026) malam, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan formal selama hampir dua jam pada Jumat (28/8/2026).
"Penjajakan ini jadi upaya kita mewujudkan NTB mendunia, bukan hanya dengan membawa potensi NTB semakin dikenal di luar negeri, tetapi juga membuka akses agar modal, pasar, jejaring bisnis, dan peluang ekonomi internasional semakin terhubung dengan NTB," terangnya.
