ABUPI Dorong Pemerintah Pakai Skema Private Equity untuk Pembiayaan Infrastruktur
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI), Aulia Febrial Fatwa menyarankan pemerintah agar menyiapkan skema pembiayaan inovatif seperti fundraising atau private equity dalam membangun infrastruktur.
Skema pembiayaan tadi bisa dipilih mengingat besarnya biaya pembangunan infrastruktur. “Di Eropa ada namanya “Rotterdam Port Fund”, kemudian kalau di Amerika ada “Canadian Port Fund”, di Indonesia belum ada, siapa yang mau melakukan ini? Harus lembaga keuangan yang bersifat inovatif, bukan konvensional perbankan,” kata Aulia di Aryaduta Menteng, Jakarta, Kamis (6/6/2024).
Sebagai gambaran, Rotterdam Port Fund (RPF) merupakan lembaga investasi Belanda khusus di sektor pelabuhan. Di mana, RPF memiliki kriteria investasi yang mencakup investasi sebesar EUR€ 2 – 10 juta (sekitar Rp 176,8 miliar dengan asumsi kurs Rp 17.680) dan investasi sebesar EUR€0 5 – 2 juta (sekitar Rp 35,3 miliar) dalam fase scale-up.
Baca Juga
Aliran Listrik ke 2,75 Juta Pelanggan di Sumatera Utara Kembali Normal
“Kalau bicara membangun pelabuhan, itu bukan bicara nilai (investasi) kecil, bisa puluhan atau ratusan miliar, dan itu mempunyai jangka waktu Break Even Point (BEP) yang cukup panjang. Kalau pembiayaannya tidak inovatif enggak ada yang akan tertarik (investasi) kesana (sektor pelabuhan),” tambah Aulia.
Sebagai informasi pada 25 Maret 2024, Menteri Transportasi Kanada dan Wakil Quebec, Pablo Rodriguez mengumumkan, nilai investasi proyek di Pelabuhan Montreal mencapai CAD$ 16,75 juta (Rp 19,88 triliun dengan asumsi kurs Rp 11.873). Proyek ini mencakup penambahan jalur keempat di jembatan rel Pie-IX dan pembangunan area penyimpanan.
Berdasarkan informasi yang diterima investortrust.id, Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat menelan biaya investasi sebesar Rp 18,9 triliun.
“Pelabuhan Patimban merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun dengan nilai investasi Rp 18,9 triliun, yang kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan daya saing logistik nasional, guna mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 yang diusung oleh Presiden Joko Widodo,” ucap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Desember 2023 lalu.
Baca Juga
Diapresiasi Menhub, Anggota Abupi Capai 106 Badan Usaha Dalam Waktu 5 Bulan
Tak hanya itu, Makassar New Port (MNP) yang dibangun oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo telah menelan anggaran sebesar Rp 10 triliun secara bertahap.
“Kita terus konsolidasikan dari segi keuangan, Alhamdulillah profit Rp 3,9 triliun dan investasi Proyek Strategis Nasional ini mandiri dari Pelindo sendiri senilai Rp5,4 triliun dan terus bertahap sampai Rp10 triliun,” ujar Menteri BUMN, Erick Thohir di Februari 2024 lalu.
Pembangunan MNP Tahap 1A, 1B, dan 1C ini menyerap investasi senilai Rp 5,4 triliun dan masih berlanjut dengan pengadaan peralatan bongkar muat, penambahan fasilitas dan pengembangan MNP Tahap 1D yang akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan pasar dengan anggaran investasi hingga Rp 10 triliun.

