Semen Indonesia (SMGR) Hadirkan Inovasi BIP untuk Hunian Tahan Gempa di ‘Danantara Housing Expo 2026’
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memamerkan inovasi material konstruksi terbaru berupa Bata Interlock Presisi (BIP) dalam gelaran Danantara Housing Expo 2026 yang berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang.
Material karya anak bangsa yang diproduksi emiten pelat merah bersandi saham SMGR ini dirancang untuk mendukung penyediaan hunian ramah anggaran, cepat bangun, dan memiliki ketahanan terhadap gempa bumi.
Direktur Sales & Marketing SIG, Dicky Saelan mengungkapkan, keunggulan utama BIP terletak pada sistem pin atau lock (kunci) interlokal pada bagian samping dan atas bata. Mekanisme penguncian ini bekerja mirip balok susun lego sehingga mempercepat proses pembangunan sekaligus memangkas biaya konstruksi secara signifikan.
Baca Juga
Penjualan SIG (SMGR) Naik 4,4% hingga Mei 2026, Ditopang Pasar Ini
"BIP kami kembangkan untuk menjawab kebutuhan konstruksi yang cepat, efisien, sekaligus memiliki ketahanan struktur yang baik. Dengan sistem interlocking, proses pembangunan rumah menjadi lebih sederhana dan presisi karena bata tinggal disusun dan dikunci sesuai desain," kata Dicky melalui keterangan tertulis, Sabtu (29/8/2026).
Dari sisi spesifikasi dan performa teknis, menurut Dicky Saelan, produk buatan dalam negeri ini memiliki tingkat kandungan lokal (TKDN) mendekati 100%. Material tersebut mampu memangkas durasi pengerjaan hingga dua kali lebih cepat dari metode biasa.
Dia mengatakan, rumah tipe 36 dapat diselesaikan hanya dalam kurun waktu 21 hingga 30 hari. Efisiensi waktu pengerjaan dan tenaga kerja tersebut secara langsung menekan total biaya pembangunan rumah hingga 30 persen lebih murah.
Baca Juga
Selain itu, kata Dicky, BIP diproduksi dengan kepresisian tinggi berdimensi 25 cm x 12,5 cm x 10 cm serta tingkat toleransi batas ketepatan hingga 1 milimeter. Soal daya tahan terhadap guncangan bencana, material ini tercatat mampu menahan beban tekan minimal hingga 70 kg per cm².
Dia menjelaskan, keamanan struktur BIP juga telah teruji lewat berbagai sertifikasi resmi, mencakup Uji Siklik Dinding dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman (Puskim) sesuai SNI 1726-2012, Sertifikat Kliring Teknologi dari Ditjen Cipta Karya PUPR, hingga mengantongi persetujuan dari Kementerian PUPR dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai material rumah tahan gempa.
Dicky menambahkan, keandalan teknologi ini sangat krusial bagi wilayah Indonesia yang berada di jalur rawan bencana maupun untuk keperluan pemulihan pascabencana. Melalui pameran ini, SIG berharap penggunaan BIP dapat menjadi solusi alternatif dalam mempercepat pemerataan perumahan layak bagi masyarakat luas.
