Danantara Housing Expo Digelar, Hadirkan 16.559 Hunian BUMN Senilai Total Rp 9,79 Triliun
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id — Danantara Housing Expo 2026 resmi digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Banten, Kamis (27/8/2026).
CEO Danantara Indonesia, Rosan P Roeslani menyatakan, pameran tersebut menghadirkan 16.559 unit hunian dari 12 pengembang (developer) BUMN. Hunian tersebut berasal dari 98 proyek yang tersebar di 23 provinsi dengan nilai inventori mencapai Rp 9,79 triliun.
"BUMN sendiri ada 12 developer BUMN yang membawakan kurang lebih 16.559 unit dari 98 proyek yang tersebar di 23 provinsi dengan nilai inventori Rp 9,79 triliun. Terdiri dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) 6.611 unit dan Non-MBR 9.948 unit," papar Rosan.
Baca Juga
Dukung Program 3 Juta Rumah, Danantara Gelar Housing Expo 2026: KPR Bunga 2,75% dan DP Mulai 1%
Rosan menyampaikan, Danantara Housing Expo 2026 merupakan bentuk dukungan Danantara Indonesia bersama seluruh ekosistem BUMN terhadap program 3 juta rumah yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, pameran tersebut menghadirkan pasokan hunian dengan harga terjangkau, skema pembiayaan melalui sinergi bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), serta akses yang lebih mudah bagi masyarakat, khususnya segmen menengah ke bawah.
Rosan menyebutkan, harga hunian yang ditawarkan dalam pameran tersebut bervariasi, mulai Rp 120 juta hingga Rp 2 miliar-Rp 3 miliar. "Jadi, kita meng-cover semua segmen yang ada," ujarnya.
Danantara Housing Expo 2026 berlangsung selama 4 hari, mulai 27 hingga 30 Agustus 2026. Rosan menargetkan pameran tersebut dapat menarik lebih dari 50.000 pengunjung.
Adapun pameran ini menghadirkan lebih dari 130 developer BUMN dan swasta serta lebih dari 120.000 pilihan properti. Hunian dibagi ke dalam zona Union Zone, First Home, Family Home, dan Premium Living.
Selain hunian, Rosan menambahkan, pameran tersebut juga menawarkan sejumlah skema pembiayaan dari bank Himbara. Uang muka atau down payment (DP) dapat dimulai dari 1%, dengan suku bunga mulai 2,75% per tahun fixed yang kemudian meningkat secara bertahap. Tenor pembiayaan juga dapat diberikan hingga 30-40 tahun. Selain itu, pembiayaan tersebut bebas biaya administrasi, provisi, dan appraisal.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan sektor perumahan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.
"Program perumahan sangat membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, dan hari ini kita bisa melihat itu berjalan nyata. Dari segi pembiayaan melalui kredit program perumahan, telah disiapkan dukungan dana yang sangat besar; tahun ini Rp 50 triliun dari segi supply dan demand," kata Ara, sapaan akrab Maruarar.
Maruarar mengatakan Bank Indonesia memberikan dukungan melalui pelonggaran giro wajib minimum (GWM) dari 5% menjadi 4%. Kebijakan tersebut, kata dia, memberikan tambahan likuiditas sekitar Rp 80 triliun untuk mendorong peningkatan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Kuota FLPP meningkat dari sebelumnya sekitar 220.000 rumah per tahun menjadi 350.000 unit rumah subsidi. Maruarar mengatakan, pada 30 Juli 2026 telah dilaksanakan akad massal perumahan subsidi sebanyak 62.710 unit di Batang, Jawa Tengah. Unit tersebut tersebar di 36 provinsi dan 372 kabupaten/kota.
Baca Juga
BTN (BBTN) Targetkan KPR Rp 200 Miliar di Danantara Housing Expo 2026
Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga melaksanakan KUR Perumahan senilai Rp 880 miliar untuk 7.100 debitur. "Ini menunjukkan bahwa kebijakan dan dukungan pembiayaan yang kita bangun mulai dirasakan langsung oleh masyarakat," tutur Ara.
Maruarar menyoroti, Danantara Housing Expo menjadi platform yang mempertemukan masyarakat, pengembang, perbankan, dan berbagai pelaku industri dalam satu ekosistem perumahan.
Dia berharap pameran tersebut dapat mendorong transaksi, mempercepat penyerapan hunian, menggerakkan industri perumahan, serta membuka lapangan kerja seluas-luasnya.
