Tahan Gempa, WIKA Beton Kenalkan Teknologi W-HOME di Danantara Housing Expo 2026
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id — PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) memamerkan inovasi teknologi hunian instan tahan gempa bertajuk W-HOME (WIKA Beton Home) dalam gelaran Danantara Housing Expo 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK2, Tangerang, Banten, Sabtu (22/8/2026).
W-HOME merupakan sistem rumah pracetak berbasis kolaborasi riset bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Struktur hunian ini terdiri dari komponen pondasi, sloof, kolom, dan balok yang dibuat dari material ramah lingkungan (Green Material & Green Process). Pada sistem dindingnya, konsumen dapat menggunakan material bata ringan maupun panel beton.
Supervisor Penjualan WIKA Beton, Satria Wibawa, menjelaskan bahwa pengembangan W-HOME berawal dari keterlibatan perseroan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam penyediaan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) untuk tanggap bencana, seperti di Lombok dan Palu.
Berangkat dari evaluasi lapangan terkait penggunaan material dinding, WIKA Beton menyempurnakan konsep tersebut menjadi produk W-HOME.
"W-HOME ini pembangunannya sangat cepat, 10 hari sudah jadi interiornya dan siap pakai. Tahan gempanya ini sudah kami tes di Balai Puskim Bandung, mampu bertahan hingga guncangan 7,5 skala Richter," ujar Satria saat diwawancarai Investortrust di arena pameran.
Baca Juga
WIKA Sabet Kontrak Baru Rp 6,91 Triliun per Juni 2026, Sektor Ini Jadi Penyumbang Terbesar
Keunggulan utama sistem W-HOME terletak pada proses instalasinya yang mudah dan singkat, yakni pemasangan struktur hanya membutuhkan waktu 2 hari, serta penyelesaian fully furnished dalam 10 hari. Selain itu, mutu produk dijamin terkualifikasi langsung di pabrik dan dirancang khusus sebagai rumah sederhana tahan gempa hingga Kategori Desain Seismik (KDS) D.
Satria menegaskan, dalam ajang expo ini WIKA Beton tidak menjual unit rumah beserta lahan, melainkan menawarkan jasa perancangan (concept & design) serta konstruksi bangunan berbasis prefabrikasi bagi masyarakat yang sudah memiliki lahan pribadi.
Saat ini, tipe standar yang dikembangkan dan dicontohkan adalah Tipe 36 (LB 36 m²) dengan kebutuhan luas lahan minimal 6x6 meter. Layout dalam bangunan ini mencakup 1 ruang tamu, 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dan 1 dapur.
"Saat ini pengembangan dengan BRIN berada di satu lantai, dan kami sedang proses pengembangan untuk bangunan dua hingga tiga lantai. Jika konsumen memiliki luas lahan lebih, kami bisa menyesuaikan desainnya," jelasnya.
Dari segi efisiensi biaya, WIKA Beton mematok estimasi harga pembangunan rumah tipe 36 di luar penyediaan lahan mulai dari sekitar Rp150 juta. Menurut Satria, angka tersebut sangat bersaing jika dibandingkan dengan harga hunian jadi dari pengembang komersial di pasaran.
Bagi masyarakat yang berminat memanfaatkan jasa konstruksi hunian instan tahan gempa ini, informasi dan kanal pemesanan dapat diakses langsung melalui situs web resmi WIKA Beton serta kontak email pemasaran yang tertera pada portal resmi perseroan.
