Minta Sri Mulyani ke Bali, Ni Luh Djelantik Sebut Bar hingga Beach Club di Bali Mati Suri
JAKARTA, Investortrust.id - Aktivis sosial Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengajak Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk datang ke Bali. Hal itu diutarakannya imbas dari kenaikan pajak hiburan dengan minimum 40%.
"Saya berharap pak menteri bisa mengajak ibu Sri Mulyani ke Bali, bertemu dengan semua pengusaha spa, semua pengusaha hiburan," ucapnya dalam The Weekly Brief with Sandi Uno secara virtual yang dikutip Selasa (23/1/2024).
Pasalnya, menurut Ni Luh Djelantik, 60% perekonomian di Bali berasal dari sektor pariwisata. Maka dari itu, selain para pengusaha yang terdampak, banyak juga pekerja di Bali yang menggantungkan hidupnya dari tempat-tempat hiburan.
Baca Juga
Pengusaha Bar Harap Pemerintah Kaji Ulang Kenaikan Pajak Hiburan
"Kita jangan bisa menyamaratakan bahwa semua bisnis hiburan itu hanya untuk orang tertentu. Kalau spa, mandi uap itu kalau kita misalnya massage dengan para pelaku usaha yang ada di jalanan Seminyak, Legian dan di Kuta itu tarifnya hanya Rp 150 ribu," ungkapnya.
"Dengan tarif Rp 150 ribu dan kemudian diterapkan pajak yang disampaikan, itu sama saja membunuh rakyat, karena ada puluhan ribu pekerja di sana, puluhan ribu pekerja di restoran, night club," tambah Ni Luh Djelantik.
Bahkan, mantan politisi Partai NasDem ini mengungkapkan tempat-tempat hiburan di Bali sudah banyak yang tutup. Sehingga, ia meminta kepada Sandiaga Uno untuk berkunjung, dan melihat bagaimana kondisi sektor pariwisata dan hiburan di sana.
Baca Juga
Pajak Hiburan Naik Minimum 40%, Inul Daratista: Sama Seperti Bunuh Diri
"Tolong, tolong banget. Please fight for us. Datangilah rumah makan, bar, beach club yang sekarang sudah mati suri. Come to Bali. Come with me. I will show you around," ujarnya.

