Harga Emas Naik, Investor Menanti Pidato Ketua The Fed
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas sedikit menguat pada Kamis (27/8/2026) setelah investor menahan transaksi menjelang pidato perdana Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole, Wyoming, pada Jumat (28/8/2026). Pasar mencari petunjuk mengenai prospek inflasi Amerika Serikat (AS) dan arah kebijakan moneter bank sentral tersebut.
Harga emas spot naik 0,4% menjadi US$ 4.609,97 per ons, setelah pada Rabu (27/8/2206) ditutup melemah 1,4%. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga naik 0,2% menjadi US$ 4.664,40.
Baca Juga
Prospek Emas hingga Hilirisasi Menguat, Saham Antam (ANTM) Layak Dibeli dengan Target Harga Ini
Pergerakan tersebut terjadi setelah harga emas mencapai level tertinggi sejak pertengahan Mei pada awal pekan. Reli emas belakangan didorong kekhawatiran pelemahan dolar Amerika Serikat, terutama setelah Departemen Keuangan AS meningkatkan pembelian kembali obligasi jangka panjang yang lebih lama pada pekan sebelumnya.
Ahli Strategi Pasar Senior StoneX Bob Haberkorn mengatakan permintaan yang kuat masih menjadi salah satu faktor pendukung harga emas. Arus dana ke produk investasi berbasis emas dan pembelian oleh bank sentral turut menopang logam mulia tersebut sebagai alternatif aset terhadap dolar.
“Saya optimistis terhadap harga emas hanya karena permintaan saat ini, Anda melihat banyak permintaan yang datang dari sisi ETF, serta permintaan bank sentral sebagai aset alternatif selain dolar,” kata Haberkorn dilansir CNBC.
Inflasi AS Jadi Perhatian
Perhatian investor juga tertuju pada data inflasi terbaru Amerika Serikat. Data yang dirilis pada Rabu menunjukkan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index naik 3,7% dalam 12 bulan hingga Juli.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Turun Rp 18.000, 'Buyback' Jadi Rp 2,61 Juta
Angka tersebut tidak berubah dari Juni dan berada di atas perkiraan ekonom yang disurvei Reuters sebesar 3,6%. PCE merupakan salah satu indikator inflasi utama yang digunakan The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas pasar untuk penurunan suku bunga AS pada September telah turun menjadi 34%. Namun, peluang terjadinya setidaknya satu penurunan suku bunga sebelum Desember masih berada di 74%.
