Emas Antam Galau, Investor Waspada Menanti Sinyal The Fed
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas Antam hari ini Senin (18/8/2025) yang dipantau dari laman Logam Mulia mencapai Rp 1,894 juta atau turun Rp 2.000 dari Minggu (17/8/2025) Rp 1,896 juta per gram seiring emas global yang naik tipis di tengah ketidakpastian geopolitik di Eropa Timur dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) The Fed.
Adapun rekor tertinggi harga emas Antam (ANTM) sepanjang masa (all time high/ATH) sebelumnya berada di level Rp 2,016 juta per gram yang dicetak pada 22 April 2025.
Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 1,740 juta atau melemah Rp 2.000 dari sebelumnya Rp 1,742 juta.
Baca Juga
Efek Dolar AS 'Drop' dan Ekspektasi Bunga The Fed, Emas Antam Bersinar
Pergerakan harga emas Antam di tengah harga emas global yang bergerak stabil pada perdagangan Senin (18/8/2025). Mengutip Reuters, harga emas naik tipis 0,1% menjadi US$ 3.340,71 per troi ons pada pukul 07.40 WIB, setelah sempat turun ke level terendah sejak 1 Agustus. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember juga menguat 0,1% ke posisi US$ 3.385,70.
Sumber yang mengetahui rencana Moskow menyebut, dalam proposal perdamaian yang dibicarakan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Presiden AS Donald Trump di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Alaska, Rusia bersedia melepas sebagian kecil wilayah Ukraina yang saat ini berada di bawah kendalinya.
Sebagai imbalannya, Kyiv akan menyerahkan wilayah timur yang hingga kini gagal direbut Moskow. Pertemuan ini juga melibatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan sejumlah pemimpin Eropa, sehingga menambah bobot diplomatik dari proses negosiasi.
Di sisi lain, imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun bertahan dekat level tertinggi 2 pekan, menunjukkan sentimen hati-hati investor. Indeks dolar AS melemah tipis, yang pada gilirannya membuat harga emas relatif lebih murah bagi pembeli dari luar negeri.
Pasar global juga menantikan simposium tahunan Federal Reserve di Jackson Hole, Wyoming. Acara ini kerap dijadikan sinyal utama terkait arah kebijakan suku bunga, khususnya setelah data inflasi konsumen dan produsen AS pekan lalu memberikan sinyal beragam mengenai dampak tarif impor Trump terhadap perekonomian.
Baca Juga
Hasil jajak pendapat Reuters menunjukkan mayoritas ekonom memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga pada September 2025. Jika benar terjadi, langkah ini akan menjadi pemangkasan pertama tahun ini, dengan peluang tambahan penurunan sebelum akhir 2025. Ekspektasi tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran atas perlambatan ekonomi AS.
Stabilnya harga emas dalam kondisi ini mencerminkan posisi logam mulia sebagai aset lindung nilai utama di tengah ketidakpastian global, baik dari sisi geopolitik maupun kebijakan moneter.
Berikut harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 997.000
- Emas 1 gram: Rp 1.894.000
- Emas 2 gram: Rp 3.728.000
- Emas 3 gram: Rp 5.567.000
- Emas 5 gram: Rp 9.245.000
- Emas 10 gram: Rp 18.435.000
- Emas 25 gram: Rp 45.962.000
- Emas 50 gram: Rp 91.845.000
- Emas 100 gram: Rp 183.612.000
- Emas 250 gram: Rp 458.765.000
- Emas 500 gram: Rp 917.320.000
- Emas 1.000 gram: Rp 1.834.600.000

