Perkuat Kedaulatan Digital, Menkomdigi Resmikan Pusat AI di UGM
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Viada Hafid meresmikan kolaborasi NVAITC Joint Center Universitas Gadjah Mada (UGM), Indosat Ooredoo Hutchison, dan Nvidia di UGM, Yogyakarta, Kamis (13/8/2026). Pusat artificial intelligence (AI) ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat talenta, riset, dan kapasitas komputasi nasional.
Meutya menegaskan kedaulatan AI bukan berarti Indonesia menutup diri dari teknologi global. Menurutnya, Indonesia perlu memiliki kemampuan untuk menguasai dan mengembangkan AI sesuai kebutuhan nasional.
Baca Juga
22 Tahun Lalu, Prabowo Bicara soal Indonesia Bangkit atau Bangkrut di UGM
“Teknologi AI tidak boleh hanya menjadi sesuatu yang kita konsumsi. Kita harus mampu mengembangkan dan menghasilkan solusi sendiri,” ujar Meutya dalam keterangan resmi.
Menurutnya, penguatan AI penting untuk mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu, pengembangan teknologi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas talenta, riset, kapasitas komputasi, serta ekosistem inovasi dalam negeri.
NVAITC Joint Center menjadi bagian dari inisiatif Indonesia AI Center of Excellence yang dipimpin Kemenkomdigi. Pusat ini mempertemukan perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan mitra teknologi untuk mempercepat riset serta pengembangan talenta AI.
Salah satu fondasinya adalah GPU Merdeka yang memberikan akses komputasi berperforma tinggi bagi mahasiswa dan peneliti melalui model GPU-as-a-Service. Kemenkomdigi bersama UGM juga mengembangkan Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) untuk mencetak AI Practitioner dan AI Specialist.
Meutya mengatakan talenta AI harus diarahkan untuk menghasilkan solusi yang relevan dengan persoalan Indonesia. Sejumlah proyek yang dikembangkan mencakup Tech4Disaster untuk mitigasi bencana, SmartAgri untuk pertanian, serta e-Nose TB untuk membantu skrining tuberkulosis.
Baca Juga
Gandeng UGM, Zurich Syariah Perluas Peran Asuransi Lewat Mitigasi Risiko
“Talenta kita tidak hanya harus mampu mengadopsi teknologi global, tetapi juga menghasilkan solusi lokal yang bisa bersaing secara global,” kata Politisi Partai Golkar itu.
Di sisi lain, pemerintah tetap menekankan keamanan data, tata kelola, dan kepercayaan publik dalam pengembangan AI. Meutya berharap NVAITC Joint Center tidak berhenti sebagai fasilitas teknologi, tetapi mampu melahirkan talenta, riset terapan, inovasi, serta solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan industri.
