Urai Kemacetan Jalan Adi Sucipto, Jasa Marga (JSMR) Bidik 'Flyover' Purwomartani Rp 104 Miliar Beroperasi Lebaran 2027
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pembangunan jalan layang atau flyover Simpang Susun Purwomartani yang menjadi bagian dari jaringan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo ditargetkan beroperasi pada periode Angkutan Lebaran (Angleb) 2027.
Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (JSMR), Rivan A Purwantono mengungkapkan, pembangunan fisik flyover tersebut saat ini telah mencapai sekitar 40%.
"Purwomartani (flyover menuju Bokoharjo) nanti Lebaran 2027 ya karena harus bangun flyover, enggak mungkin (dibuka tahun ini, red). Flyover ini sekarang sudah hampir sekitar 40%, tetapi pembebasan tanah sudah selesai, hanya melewati rel kereta api dan satu kali, namanya Kali Opak atau Sungai Opak," kata Rivan saat ditemui di kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta, Senin (10/8/2026).
Baca Juga
Jasa Marga (JSMR) Tebar Dividen Rp 1,1 Triliun, Setara 31% Laba 2025
Menurut Rivan, pembangunan flyover tersebut sebelumnya direncanakan baru dikerjakan pada 2040. Namun, pemerintah telah menyetujui percepatan pembangunan sehingga pekerjaan dapat dilakukan pada tahun 2026.
"Pak Dirjen (Aan Suhanan) juga sudah melihat, Dirjen Bina Marga, Kepala BPJT, dan Pak Gubernur DIY sudah mengeluarkan surat untuk minta (dibangun). Jadi ada satu flyover yang harusnya dikerjakan 2040 dan disetujui untuk dilakukan tahun ini, dan Menteri PU juga sudah menyetujui," jelas dia.
Flyover tersebut akan menghubungkan akses Purwomartani dengan Bokoharjo dengan melintasi Jalan Adi Sucipto. Dikatakan Rivan, akses tersebut diharapkan dapat mengurai kepadatan lalu lintas di Jalan Adi Sucipto.
Dengan adanya akses tersebut, lanjut dia, kendaraan dari arah Purwomartani dapat langsung menuju Bokoharjo dan melanjutkan perjalanan ke sejumlah wilayah. Akses menuju Bantul dan Gunung Kidul dapat dilalui secara langsung, sementara kendaraan menuju Yogyakarta dapat berbelok ke kanan melalui Jalan Raya Wonosari. Adapun kendaraan menuju Prambanan dapat berbelok ke kiri.
"Jadi terurai lah rekayasa lalu lintas ini dengan sendirinya pada saat di Purwomartani," ungkap Rivan.
Diketahui, proyek flyover Simpang Susun Purwomartani tersebut menelan biaya sebesar Rp 104,67 miliar. Penandatanganan surat perintah mulai kerja (SPMK) kepada penyedia layanan pembangunan proyek telah dilakukan pada Juni 2024.
Penyedia layanan pembangunan proyek jaringan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo tersebut adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), sedangkan konsultan pengendali manajemen proyek adalah PT Sarana Multi Daya.
Pemerintah memperkuat kesiapan operasional Jalan Tol Prambanan–Purwomartani guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2027. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pengoperasian flyoverexit Purwomartani secara optimal dua arah.
Baca Juga
Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kemenhub, Aan Suhanan menyatakan, pihaknya telah melakukan peninjauan langsung untuk memastikan kesiapan infrastruktur tol tersebut.
"Demi menciptakan arus mudik Lebaran 2027 yang lebih lancar, aman, dan selamat, sejak jauh hari kami bersama PT Jasa Marga meninjau kesiapan operasional Jalan Tol Prambanan–Purwomartani," kata Aan dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).
Peninjauan difokuskan pada kesiapan flyoverexit Purwomartani agar dapat difungsikan dua arah selama periode arus mudik dan arus balik. Skema ini dinilai penting untuk mengoptimalkan distribusi kendaraan dan mengurangi potensi penumpukan di titik-titik krusial.

