Naik Kelas! Transjakarta Kelola Transportasi Laut Kepulauan Seribu Mulai Juni 2027
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta/TJ) akan mengoperasikan transportasi laut dari dan menuju Kepulauan Seribu pada Juni 2027. Pengelolaan transportasi tersebut sebelumnya berada di bawah Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza menyatakan, pengalihan pengelolaan transportasi laut ke Transjakarta merupakan amanah dan kepercayaan yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
"Kalau kami melihatnya di TJ, ini mungkin salah satu kepercayaan yang diberikan Pak Gubernur untuk bisa mempercepat pembangunan di Pulau Seribu," kata Welfizon kepada investortrust.id di kantornya, Jakarta Timur, Senin (10/8/2026).
Menurut dia, pengelolaan transportasi laut menuju Kepulauan Seribu menjadi tantangan baru bagi Transjakarta karena membutuhkan kompetensi yang berbeda dari bisnis transportasi yang selama ini dijalankan.
Welfizon menjelaskan, Transjakarta selama ini menerapkan konsep horizon of growth dalam pengembangan korporasi. Dalam konsep tersebut, terdapat existing business, existing competence dan new business, existing competence.
Baca Juga
Transjakarta Uji Coba Open Dining, Layanan Makan di Atas Bus Mulai Beroperasi Agustus 2026
"Jadi kalau kita ngelola misalnya angkutan di kota-kota lain, itu masih eksisting kompetensi tapi market-nya market baru, atau kalau kita mengelola logistik sekalipun, masih," ujar dia.
Namun, pengelolaan transportasi laut menuju Kepulauan Seribu dinilai masuk dalam kategori new competence, new business. "Tapi kalau yang sekarang diberikan tugas ini, nextlandscape. Newcompetence, newbusiness. Jadi buat kita, kita harus benar-benar extra effort untuk membangunnya," terang Welfizon.
Welfizon menilai, Transjakarta tidak mendefinisikan diri sebagai perusahaan transportasi bus, melainkan sebagai servicing company. Konsep tersebut, kata dia, dapat diterapkan dalam pengelolaan transportasi laut dengan menyesuaikan regulasi yang berlaku.
"Karena tadi kita mendefinisikan bahwa TJ ini bukan perusahaan transportasi bus tapi ini adalah servicingcompany. Dengan semangat yang lebih luas itu mestinya bisa kita aplikasikan di laut. Tentu dengan regulasi-regulasi yang sedikit berbeda," tegas Welfizon.
Ia menambahkan, pengelolaan transportasi laut menuju Kepulauan Seribu juga sejalan dengan visi Transjakarta, yakni Connecting the life of Jakarta. "Kalau Pulau Seribu kan masih Jakarta. Jadi menghubungkan kehidupan Jakarta," ucap Welfizon.
Welfizon menuturkan, Transjakarta saat ini tengah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) untuk memastikan target pengoperasian pada Juni 2027 dapat terlaksana.
"Ya kita sedang duduk bareng nih dengan Dinas Perhubungan (DKI Jakarta), BP BUMD, untuk bisa memastikan bahwa target yang diberikan itu, itu bisa kita jalankan (Juni 2027)," ungkap dia.
Selain pengalihan pengelolaan, Transjakarta juga menyiapkan konsep transportasi laut yang mendukung mobilitas berkelanjutan. Welfizon menekankan, kapal-kapal baru yang nantinya digunakan diharapkan ada yang menggunakan tenaga listrik untuk mencapai net zero emission (NZE).
"Karena TJ itu mendefinisikan bahwa kita menjadi smart and sustainable mobility. Jadi diharapkan nanti yang barunya, kapal-kapal barunya juga ada yang listrik," tutur dia.
Tarif Belum Ditentukan
Terkait tarif transportasi laut menuju Kepulauan Seribu, Welfizon mengatakan, belum sampai pada tahap pembahasan karena masih tahap uji coba. "Belum sampai ke tarif," kata dia.
Ia menerangkan, layanan transportasi laut yang saat ini dikelola oleh Dishub DKI Jakarta nantinya akan dialihkan kepada Transjakarta. Selain itu, terdapat pula operator swasta yang perlu dikelola dalam skema baru tersebut.
"Ya mungkin mirip-mirip dengan Mikrotrans kan, ada operator-operator swasta pada saat kita mau menerapkan SPM (standar pelayanan minimum), kemudian prosedur operasional yang baru, ya tentu ini harus kita rangkul semua," jelas Welfizon.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, pengelolaan transportasi dari dan menuju Kepulauan Seribu akan dialihkan kepada Transjakarta mulai tahun depan.
Baca Juga
Pramono menegaskan, seluruh warga Jakarta, termasuk warga Kepulauan Seribu, harus mendapatkan aksesibilitas transportasi yang lebih mudah dan efisien.
Dikatakan Pramono, pengelolaan transportasi menuju Kepulauan Seribu ke depan tidak lagi berada di bawah Dishub DKI Jakarta, tetapi dialihkan kepada BUMD, yakni Transjakarta.
Ia mengatakan, perubahan pengelolaan tersebut ditujukan untuk memberikan kemudahan dan kepastian layanan transportasi bagi warga Kepulauan Seribu. Dengan pengelolaan oleh Transjakarta, warga Kepulauan Seribu diharapkan lebih mudah mengakses berbagai wilayah di Jakarta, mulai dari Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, hingga Jakarta Pusat.

