Mendagri Catat Mayoritas Daerah Bencana Sumatera Pulih, 11 Wilayah Masih Dikejar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah menyatakan mayoritas wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kini telah pulih. Fokus penanganan saat ini dialihkan untuk mempercepat pemulihan di 11 kabupaten/kota yang masih membutuhkan penanganan khusus.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan sebagian besar aktivitas ekonomi, jaringan infrastruktur, hingga layanan publik di lokasi bekas bencana telah berjalan normal kembali.
"Yang sudah mendekati normal artinya masih ada sedikit masalah, dan yang membutuhkan atensi khusus artinya masih harus terus kita kejar," kata Tito dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri per 4 Agustus 2026, pemulihan di Sumatera Barat mencatatkan 13 dari 16 kabupaten/kota terdampak telah berstatus normal, satu daerah mendekati normal, dan dua wilayah yakni Kabupaten Agam serta Padang Pariaman masih memerlukan penanganan khusus.
Sementara di Sumatra Utara, sebanyak 16 dari 19 daerah terdampak sudah kembali normal, satu mendekati normal, dan dua daerah yaitu Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara masih membutuhkan percepatan. Adapun di Aceh, dari total 18 kabupaten/kota terdampak, 10 daerah telah pulih normal, satu mendekati normal, serta tujuh daerah lainnya menjadi prioritas penanganan, mencakup Kabupaten Aceh Tamiang, Bireuen, Gayo Lues, Pidie Jaya, Aceh Tengah, Aceh Utara, dan Aceh Timur.
Guna mengakselerasi pemulihan di 11 daerah prioritas tersebut, pemerintah mengerahkan ribuan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk membantu pembersihan lingkungan dan menghidupkan kembali roda aktivitas warga.
Baca Juga
Dari sisi pelayanan publik, seluruh kantor pemerintahan tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan telah beroperasi penuh, meski beberapa kantor desa dan kelurahan masih dalam tahap pemulihan. Sektor kesehatan pun mencatatkan progres signifikan; sebanyak 867 puskesmas dan 87 RSUD terdampak telah berfungsi normal, menyisakan enam puskesmas pembantu yang masih memanfaatkan bangunan sementara.
Di sektor pendidikan, dari total 4.922 sekolah terdampak, sebanyak 3.134 sekolah telah selesai direvitalisasi. Sementara sisanya mendapatkan intervensi berupa bantuan sarana pembelajaran dan skema bantuan pemerintah sepanjang 2026.
Tito menambahkan, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan penguatan kapasitas fiskal daerah melalui pengucuran tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun. Alokasi tersebut dibagi menjadi Rp 1,4 triliun untuk Aceh, Rp 2,6 triliun untuk Sumatera Barat, dan Rp 6,3 triliun untuk Sumatera Utara.
"Bapak Presiden langsung mengambil alih dan menugaskan seluruh kementerian dan lembaga untuk mengeroyok bersama-sama. Tambahan anggaran Rp10,6 triliun ini diberikan agar pemerintah daerah memiliki kapasitas fiskal yang kuat dalam mempercepat pemulihan," pungkas Tito.
