Prospek Cerah, UMKM Diminta Manfaatkan Semua Peluang Usaha
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki menilai, usaha mikro kecil menengah (UMKM) Indonesia memiliki prospek cerah ke depannya. Meski begitu, ia menyadari ada beberapa sektor yang belum dimanfaatkan dengan maksimal.
Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Selasa (7/11/2023), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mengungkapkan potensi pembelian produk dalam negeri (PDN) yang signifikan dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP), yakni mencapai Rp 810,91 triliun.
Hal itu dinilai Teten Masduki sebagai sebuah angka yang menggambarkan komitmen yang kuat untuk mendukung pembelian dalam negeri dan pengembangan UMKM.
“Sampai dengan 1 November 2023telah tercatat kemajuan dengan realisasi pengadaan barang/jasa (PBJ) UMKM sebesar Rp 221,49 triliun dan PDN sebesar Rp 474,62 triliun, angka yang memotivasi kita untuk terus memperkuat mekanisme pengadaan kita,” kata Teten Masduki.
Kendati demikian, Teten Masduki menyadari pengembangan UMKM ini masih belum maksimal. Ia menyebut, pada 2022 Indonesia menghadapi tantangan dengan lebih dari separuh transaksi belum tercatat di SPSE.
“Hal ini menunjukkan peluang besar yang belum kita manfaatkan, terutama dalam swakelola dan pengadaan langsung. Meski 87% UMKM telah terlibat dalam e-katalog dengan sejumlah besar produk, namun masih banyak yang belum terjual,” papar Teten Masduki.
Disebutkan oleh Teten bahwa Indonesia perlu mengatasi isu strategis seperti optimalisasi pasar untuk produk UMK bersertifikasi TKDN yang masih rendah, sosialisasi PBJ dan TKDN yang belum merata, pemberdayaan UMK untuk bersaing di era disrupsi global, dan adaptasi terhadap inovasi yang cepat.
“Pengakuan atas tantangan ini akan mengarahkan kita dalam mencari solusi efektif, dan forum ini (Rakornas Pengadaan Barang/Jasa 2023) adalah tempat yang tepat untuk kolaborasi dalam meningkatkan sektor pengadaan kita,” ucap Teten Masduki. (CR-8)

