Kemendag Tetapkan Harga Referensi CPO Turun, Lemahnya Permintaan Global Jadi Faktornya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan Harga Referensi (HR) minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) untuk penetapan Bea Keluar (BK) dan tarif Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan (BLU BPDP), atau Pungutan Ekspor (PE), periode 1–31 Agustus 2026 sebesar US$ 996,52 per metrik ton (MT).
Nilai HR tersebut turun sebesar US$ 4,38 atau 0,44 persen dibandingkan HR CPO periode 1–31 Juli 2026 yang sebesar US$ 1.000,90/MT. Sejalan dengan penurunan HR tersebut, BK CPO pada periode 1–31 Agustus 2026 ditetapkan sebesar US$ 148/MT.
Penetapan ini sesuai Kolom Angka 8 Lampiran Huruf C Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 38 Tahun 2024 sebagaimana telah diubah dengan PMK Nomor 68 Tahun 2025. Sementara itu, tarif PE CPO mengacu pada Lampiran Huruf A PMK Nomor 69 Tahun 2025 sebagaimana telah diubah dengan PMK Nomor 9 Tahun 2026, yaitu sebesar 12,5% dari HR CPO atau setara US$ 124,56/MT.
“HR CPO pada Agustus 2026 turun dibandingkan dengan periode sebelumnya. Sesuai ketentuan yang berlaku, penurunan tersebut diikuti dengan penetapan BK sebesar US$ 148/MT dan PE sebesar 12,5% dari HR CPO, atau setara US$ 124,56/MT,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/8/2026).
Baca Juga
Astra Agro Lestari (AALI) Perkuat Pengelolaan Sawit Berkelanjutan lewat Teknologi dan Riset
Penetapan HR CPO bersumber dari rata-rata harga selama periode 20 Juni–19 Juli 2026, yaitu US$ 892,96/MT pada Bursa CPO Indonesia, US$ 1.100,08/MT pada Bursa CPO Malaysia, dan US$ 1.509,09/MT pada Harga Port CPO Rotterdam.
Tommy mengatakan, penurunan HR CPO pada periode Agustus 2026 dipengaruhi melemahnya permintaan global, terutama dari India sebagai negara importir utama CPO, serta penurunan harga minyak mentah dunia.
Sementara itu, HR biji kakao untuk periode Agustus 2026 ditetapkan sebesar US$ 5.424,96/MT, meningkat US$ 1.455,41 atau 36,66% dibandingkan dengan periode sebelumnya. Kenaikan tersebut mendorong Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao menjadi US$ 5.064/MT, naik US$ 1.418 atau 38,90%.
Penetapan HR dan HPE tersebut mempertimbangkan kondisi pasar, perkembangan biaya logistik internasional, serta dinamika perdagangan global.
