Dharma Polimetal (DRMA) Jual ‘Fast Charging’ untuk Motor di GIIAS 2026, TKDN Capai 50%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) memperkenalkan produk terbaru Fast Charging 2W dan Buffer Charging di perhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 ICE BSD Tangerang. Dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 50%, kedua produk itu diklaim sebagai karya anak bangsa yang menjanjikan.
Fast Charging 2W merupakan produk pengisian daya (charger) cepat bagi kendaraan roda dua dengan durasi kurang lebih 15 menit untuk keterisian sampai 80%. Adapun Buffer Charging adalah produk pengisian daya yang bisa dibawa ke mana saja, hingga dapat digunakan untuk wilayah terpencil, seperti perkebunan, pertambangan, maupun wilayah industrial.
Baca Juga
Dharma Polimetal (DRMA) Raih Penghargaan The Best Investortrust Companies 2026
Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso menjelaskan, emiten manufaktur komponen otomotif itu tengah fokus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik (EV) terintegrasi. Hal ini menjadi salah satu bagian dari infrastruktur pendukung kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) roda dua di Indonesia.
Dalam upaya tersebut, menurut Irianto, perseroan tidak hanya memproduksi kendaraan bermotor, tetapi juga mengedepankan kecepatan, kemudahan, keamanan, dan keterjangkauan produk bagi masyarakat.
“Fast Charging merupakan fondasi utama untuk membangun ekosistem EV yang terintegrasi, berdaya saing, sekaligus mendorong pertumbuhan industri nasional,” ujar Irianto dalam keterangan resmi, Sabtu (1/8/2026).
Baca Juga
Pendapatan Dharma Polimetal (DRMA) Naik 6% di Kuartal I-2026, Segmen Ini Penyumbang Terbesar
Dia mengemukakan, perseroan berkomitmen menjadi pelopor dalam menghadirkan solusi kendaraan listrik yang inovatif, andal, dan mudah diakses seluruh lapisan masyarakat. Sebagai langkah awal, program pengembangan ekosistem kendaraan listrik terintegrasi ini akan diimplementasikan melalui proyek percontohan (pilot project) di lingkungan operasional Dharma Group.
“Setelah itu, pengembangan dilakukan bertahap melalui kolaborasi strategis bersama pemerintah, pelaku industri, institusi, dan berbagai mitra terkait untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dan berdaya saing,” tutur Irianto.
