Gaikindo Serahkan Kepemimpinan AAF ke Malaysia, Perkuat Integrasi Industri Otomotif ASEAN
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) resmi menyerahkan kepemimpinan ASEAN Automotive Federation (AAF) periode 2026-2028 kepada Malaysian Automotive Association (MAA). Pergantian kepemimpinan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi industri otomotif Asia Tenggara di tengah percepatan transformasi menuju kendaraan rendah emisi.
Serah terima dilakukan setelah Indonesia memimpin AAF periode 2022-2025. Di bawah kepemimpinan baru, AAF akan melanjutkan penguatan daya saing industri otomotif kawasan.
Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, Anton Kumontoy mengatakan, kepemimpinan Indonesia selama dua tahun terakhir difokuskan pada penguatan rantai nilai industri. Indonesia juga mendorong percepatan transisi menuju kendaraan energi baru dan memperkuat dialog kebijakan antarnegara ASEAN.
Baca Juga
Gaikindo: Penjualan Mobil Tembus 436.564 Unit, Tumbuh 15,8% di Semeester I-2026
“Selama dua tahun terakhir, kepemimpinan Indonesia berfokus pada penguatan rantai nilai, percepatan transisi menuju kendaraan energi baru yang ramah lingkungan, serta peningkatan dialog kebijakan antarnegara,” ujar Anton dalam keterangan resmi, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Anton, pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum mempererat kerja sama Indonesia, Malaysia, dan negara-negara ASEAN lainnya. Sinergi tersebut penting untuk membangun industri otomotif kawasan yang semakin kompetitif.
“Penyerahan kepemimpinan kepada Malaysia bukanlah akhir, melainkan awal dari hubungan yang lebih kuat antara Indonesia, Malaysia, dan seluruh negara ASEAN untuk menciptakan sektor otomotif kawasan yang berdaya saing, inovatif, dan berkelanjutan,” kata dia.
Baca Juga
Gaikindo: Industri Otomotif Tak Akan Gegabah Naikkan Harga Mobil, Meski Dolar Menguat
Anton Kumontoy mengungkapkan, pada periode 2026-2028, AAF akan memprioritaskan harmonisasi regulasi kendaraan bermotor, termasuk kendaraan listrik. Organisasi ini juga akan mendorong penyelarasan standar industri dan teknologi ramah lingkungan di kawasan.
Selain itu, AAF akan menyampaikan rekomendasi strategis kepada para menteri ekonomi ASEAN terkait pengembangan industri otomotif. “Penguatan integrasi rantai pasok regional juga menjadi fokus untuk mendukung peta jalan industri otomotif ASEAN menuju 2030,” tutur Anton.
“Gaikindo berharap estafet kepemimpinan kepada MAA dapat menjaga kesinambungan kerja sama yang telah terbangun. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat posisi industri otomotif ASEAN agar semakin kompetitif di pasar global,” papar Anton.
