Gaikindo: Industri Otomotif Tak Akan Gegabah Naikkan Harga Mobil, Meski Dolar Menguat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id –Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tetap optimistis pasar otomotif nasional mampu bertumbuh sepanjang 2026, meski dihadapkan pada tekanan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah dan dinamika ekonomi global.
Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan, penjualan kendaraan nasional hingga April 2026 masih menunjukkan tren positif, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurut dia, momentum tersebut perlu dijaga agar daya beli masyarakat dan kepercayaan konsumen terhadap pasar otomotif tetap terpelihara.
“Kita harus optimistis. Kalau dilihat capaian sampai April kan masih positif. Momentum itu harus dijaga agar masyarakat masih mau untuk membelanjakan dan industri otomotif tetap bergerak,” ujar Kukuh di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Baca Juga
Penjualan Mobil Naik 55%, Gaikindo: GIIAS 2026 Jadi Momentum Industri Otomotif
Terkait potensi kenaikan harga kendaraan akibat fluktuasi nilai tukar rupiah, Kukuh menegaskan, pelaku industri otomotif tidak akan gegabah menaikkan harga mobil dalam waktu singkat.
Menurutnya, industri otomotif memiliki rantai produksi dan perencanaan jangka panjang, mulai dari stok kendaraan, komponen, hingga komitmen pembelian bahan baku yang tidak bisa disesuaikan secara mendadak.
“Industri otomotif itu tidak segampang itu langsung menaikkan harga. Mereka punya stok kendaraan, komponen, sampai komitmen pembelian bahan baku jangka panjang,” ungkap Kukuh.
Baca Juga
Dia menilai langkah menaikkan harga terlalu cepat justru berisiko membuat konsumen menahan pembelian kendaraan dan memicu perlambatan pasar otomotif nasional.
Oleh karena itu, Gaikindo memilih untuk menjaga sentimen positif pasar menjelang penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 pada Juli mendatang.
Kukuh berharap peluncuran produk baru dan kehadiran berbagai merek baru di ajang tersebut dapat mendorong minat masyarakat untuk membeli kendaraan. “Dan biasanya pelaku industri otomotif itu nggak sekampang itu untuk kemudian, oh ini naik hari ini kita, kan kita bukan kayak fast moving things gitu kan. Jadi perlu perhitungan. Soalnya kalau kemudian itu terlalu tiba-tiba, itu yang terjadi malah sebaliknya,” terangnya.

