Harga Emas Antam (ANTM) Turun Rp 12.000, 'Buyback' Ikut Melemah
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Rabu (29/7/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,601 juta atau turun Rp 12.000 dari Selasa (28/7/2026) Rp 2,613 juta per gram setelah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) bertahan di dekat level tertinggi dalam 1 bulan. Pelaku pasar memilih menahan posisi sambil menunggu keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,346 juta atau turun Rp 15.000 dari sebelumnya Rp 2,361 juta.
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang melemah pada Selasa (28/7/2026). Harga emas turun 1,1% menjadi US$ 4.032,42 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga turun 1,1% menjadi US$ 4.032,40 per ons.
Penguatan dolar AS membuat harga emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pembeli dari luar AS. Kondisi ini menekan permintaan dan membatasi ruang kenaikan logam mulia.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Senin 27 Juli 2026 Menguat, Cek Daftar Lengkapnya
Harga emas telah turun sekitar 24% sejak konflik antara AS, Israel, dan Iran pecah pada akhir Februari. Penurunan tersebut dipicu kekhawatiran bahwa lonjakan inflasi akibat perang dapat memaksa bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Meskipun emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga justru mengurangi daya tarik logam mulia karena tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga.
Investor kini memusatkan perhatian pada hasil rapat Federal Reserve yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (29/7/2026). Selain keputusan suku bunga, pasar juga akan mencermati komentar Ketua Federal Reserve Kevin Warsh mengenai prospek inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan arah kebijakan selanjutnya.
Berdasarkan ekspektasi pasar, peluang The Fed mempertahankan suku bunga berada di level 69% pada pertemuan kali ini. Namun, pelaku pasar juga memperkirakan peluang sebesar 77% bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September jika tekanan inflasi masih bertahan.
Selain rapat The Fed, perhatian investor pekan ini juga tertuju pada data Pengeluaran Konsumsi Pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat periode Juni yang dijadwalkan dirilis Kamis (31/7/2026). Data tersebut merupakan salah satu indikator inflasi favorit Federal Reserve dalam menentukan kebijakan suku bunga.
Baca Juga
Harga Antam (ANTM) Turun Rp 9.000 Saat Emas Dunia Melonjak
Faktor geopolitik juga masih menjadi perhatian investor. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Washington sedang menjalankan "pembicaraan yang baik" dengan Iran dan masih membuka peluang tercapainya kesepakatan. Namun, Trump menegaskan serangan militer dapat kembali dilakukan apabila negosiasi gagal, sementara Iran juga menyampaikan ancaman balasan jika konflik kembali meningkat.
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,350 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,501 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,142 juta
- Emas 3 gram: Rp 7,688 juta
- Emas 5 gram: Rp 12,780 juta
- Emas 10 gram: Rp 25,505 juta
- Emas 25 gram: Rp 63,637 juta
- Emas 50 gram: Rp 127,195 juta
- Emas 100 gram: Rp 254,312 juta
- Emas 250 gram: Rp 635,515 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,270,820 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,541,600 miliar.
